Materi
Pembelajaran:
A. Peluang
dan resiko usaha
B. Faktor-faktor keberhasilan dan
kegagalan usaha
C. Mengembangkan
ide dan peluang usaha
D. Menganalisis
kemungkinan keberhasilan dan kegagalan
E. Memetakan
peluang usaha
F. Pemanfaatan
peluang secara kreatif dan inovatif
A.
Peluang Dan
Resiko Usaha
Peluang dalam bahasa inggris
adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari
sebuah kejadian atau momen. Jadi, peluanmg berasal dari kesempatan yang muncul
dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang.
Faktor-faktor yang dapat memunculkan inspirasi adalah
sebagai berikut :
1. Faktor internal,
yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek, antara lain
:
a. Pengetahuan
yang dimiliki;
b. Pengalaman
dari individu itu sendiri;
c. Pengalaman
saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah;
d. Intuisi
yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.
Faktor internal menjadi alat untuk
menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapinya dengan kemampuan
kreatifitasnya,
2. Faktor
eksternal, yaitu hal – hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk
mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, antara lain :
a. Masalah
yang dihadapi dan belum terpecahkan;
b. Kesulitan
yang dihadapi sehari–hari.
c. Kebutuhan
yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain;
d. Pemikiran
yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Ide atau gagasan yang memiliki nilai
jual tinggi meiliki ciri :
a.
Mampu memenuhi kebutuhan dari
konsumen atau pasar;
b.
Memiliki keunggulan bersaing (competitive
advantage) dalam sebuah kompetisi (punya daya saing);
c.
Tidak bersifat sementara atau adanya
aspek waktu yang lama;
d.
Ada nilai uang atau bisa dinilai
dengan uang;
e. Memenuhi
aspek kreativitas dan inovasi yang bersifat solusi atau penyelesaian masalah
dan kesulitan yang selama ini belum ada orang yang mampu menyelesaikannya.
Ciri-ciri usaha yang potensial :
1. Usaha
memiliki nilai jual yang tinggi;
2. Usaha
bukan hanya ambisi pribadi semata, tetapi sifatnya nyata;
3. Usaha
itu mempunyai waktu bertahan yang lama di pasar;
4. Tidak
akan menghabiskan modal (uang), karena terlalu besar investasinya.
5. Tidak
bersifat momentum atau bersifat musiman;
Ciri – ciri peluang usaha yang baik
:
1. Orisinil
dan tidak meniru
2. Dapat
mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar di masa mendatang
3. Benar
– benar sesuai keinginan agar peluang bisa bertahan lama
3. Tingkat
visitabilitas (kelayakan usaha) benar – benar teruji untu itu dilakukan riset
dan Trial(uji coba) dalam pasar.
4. Bersifat
ide yang kreatif dan inovatif bukan tiruan dari ide orang lain
5. Ada
keyakinan bisa mewujudkannya dan sukses untuk menjalannya
6. Ada
rasa senang menjalakannya dan benar-benar suka bisnis tersebut.
B.
Faktor-faktor
keberhasilan dan kegagalan peluang usaha
1. Faktor-faktor keberhasilan peluang
usaha
a.
Memenuhi cirri-ciri peluang usaha
yang baik
b.
Berasal dari hubungan yang
bersinergi antara wirausaha dengan usaha yang dijalankan, pasar usaha, dan
produk yang dihasilkan
c.
Memiliki tingkat resiko kegagalan
yang kecil bila dijalankan
d.
Produk yang dihasilkan dari peluang
telah melalui uji pasar
e.
Produk yang akan
dihasilkan dari peluang tersebut mengikuti tren perubahan
pasar
f.
Produk yang akan dihasilkan dari
peluang dapat terus-menerus diinovasi dan ditingkatkan kualitasnya
2. Faktor-faktor
kegagalan peluang usaha
a.
Bersifat jangka pendek
b.
Kadaluarsa
c.
Lewat begitu saja karena tidak
segera diambil keputusan untuk memulainya
d.
Tidak berasal dari dari hubungan
hubungan yang bersinergi antara wirausaha dengan usaha yang dengan usaha yang
dijalankan, pasar usaha, dan produk yang dihasilkan
e.
Produk yang akan
dihasilkan dari peluang tersebut tidak melalui uji pasar yang
akurat
C. Sumber Peluang Usaha dan
Cara Mengembangkannya
Peluang atau kesempatan bisa bersumber
dari berbagai macam hal, yaitu :
1. Peluang
dari diri sendiri
a.
Hobi
b.
Keahlian
c.
Pengetahuan dan latar belakang
pendidikan
2. Peluang
dari lingkungan
a.
Usaha atau bisnis orang tua
b.
Lingkungan rumah
c.
Kebiasaan anda ketika berangkat dan
pulang sekolah
d.
Saat anda berkunjung ke berbagai
tempat
3. Peluang
dari perubahan yang terjadi
a.
Perubahan global
b.
Perubahan lingkungan
c.
Perubahan peraturan pemerintah
d.
Perubahan musim
e.
Perubahan gaya hidup
f.
Perubahan tingkat kebutuhan
g.
Perubahan tingkat tekanan pekerjaan
yang semakin tinggi (berat)
h.
Perubahan TI dan komunikasi
i.
Perubahan jumlah laju pertumbuhan
kendaraan
4. Peluang
dari konsumen
a.
Keluhan dari konsumen
b.
Saran dari konsumen
c.
Permintaan khusus calon konsumen dan
konsumen
d.
Angan-angan yang diimpikan konsumen
tentang produk atau jasa tertentu
e.
Harapan dari konsumen terhadap
produk atau jasa anda
5. Peluang
dari gagasan orang lain
6. Peluang
dari informasi yang diperoleh
D.
Memetakan Peluang Usaha
1.
Tentukan dari mana anda mulai
menemukan sebuah sumber peluang
2.
Temukan sektor yang tepat untuk anda
masuki
3.
Berdayakan kekuatan produk anda agar
memiliki nilai jual
4.
Evaluasi dan berdayakan peluang anda
menjadi produk
E.
Pemanfaatan peluang secara kreatif dan inovatif
Peluang usaha harus diberdayakan
menjadi peluang emas demgan cara kreatif dan inovatif dengan melakukan cara –
cara sebagai berikut :
1.
Make modification ( melakukan
beberapa perubahan)
2.
Make it better (membuat yang lebih
baik)
3.
Make it the first (menjadi yang
pertama)
4.
Make it special produk (membuat
produk khusus)
5.
Clonning (meniru habis tetapi merk
berbeda)
6.
Subtitute ( menjadi produk pengganti
)
F. PEMANFAATAN PELUANG USAHA SECARA KREATIF DAN INOVATIF
Wirausaha yang kreatif adalah wirausaha yang cepat menangkap peluang yang muncul dari suatu kondisi lingkungan di sekitarnanya, yang tidak pernah melewatkan waktunya dengan sia-sia. Orang yang kreatif akan memandang barang yang oleh orang kebanyakan dianggap tidak berguna, menjadi sangat berguna dan mempunyai nilai jual. Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan panjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan bahkan orang lain. Misalnya :
1. Memanfaatkan barang bekas
Misalnya : - sedotan minuman dibuat bunga
- bulu ayam menjadi lukisan
- perca menjadi keset
2. Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam, misalnya : membuat kerajinan dari tanah liat dari gerabah.
3. Memanfaatkan kejadian/peristiwa yang ada, misalnya: berjualan aneka minuman seperti es buah/kelapa, es teler pada waktu musim kemarau, dan sebagainya.
Seorang yang berjiwa dinamis adalah orang yang mampu melihat lingkungan sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa berubah sebagai suatu tren dari masyarakat yang tidak terduga. Apabila kita mampu memanfaatkan dengan baik maka kondisi tersebut akan menjadi suatu peluang usaha bagi kita. Di sini orang yang mau bekerja keras, ulet, percaya pada kemampuan sendiri, kreatif dan inovatif akan lebih mudah menemukan peluang usaha yang ada. Jika peluang usaha digali dengan baik maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Cara Untuk menggali peluang usaha atau bisnis, setiap orang harus berpikir secara positif dan kreatif, yaitu :
1. Harus percaya dan yakin bahwa usahanya bisa dilaksanakan,
2. Mau menerima gagasan baru dalam dunia bisnis,
3. Sering bertanya pada diri sendiri,
4. Bersedia mendengarkan saran dari orang lain,
5. Mempunyai etos kerja yang tinggi,
6. Pandai dan terampil ; berkomunikasi.
Inovatif adalah suatu temuan baru yang menyebabkan berdaya gunanya suatu produk atau jasa ke arah yang lebih produktif. Beberapa faktor yang mendorong untuk melakukan inovasi dalam usaha antara lain keinginan untuk berprestasi, adanya sifat penasaran atau keinginan untuk menanggung risiko, faktor pendidikan, pengalaman, dan adanya peluang.
Tujuan mengadakan inovasi dalam usaha adalah sebagai berikut :
1. Untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat.
2. Untuk menyesuaikan selera masyarakat.
3. Untuk menyesuaikan perkembangan teknologi.
4. Untuk memuaskan konsumen.
5. Untuk menarik konsumen.
Inovasi baru di bidang produk dan jasa pada saat ini dihadapkan pada tiga pilihan berikut :
1. Produk atau jasa yang baru dapat ditempatkan pada salah satu pasaran yang sesuai minat konsumen.
2. Produk atau jasa yang dirancang secara baru dan model baru dapat ditempatkan ditengah-tengah pasar serta disesuaikan dengan daya beli konsumen.
3. Produk atau jasa baru dapat ditampilkan dengan tujuan dapat merebut dan memanfaatkan peluang usaha.
Inovasi produk atau jasa yang dilaksanakan seorang wirausaha atau terarah secara spesifik, jelas, dan memiliki desain yang dapat diterapkan serta diminati konsumen.
MENGEMBANGKAN IDE DAN PELUANG USAHA
Ada banyak cara bagi wirausaha untuk mengembangkan ide peluang usaha. Diantaranya adalah memberikan kebebasan dan dorongan kepada para karyawan. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus menerus agar wirausaha dapat memenangkan persaingan yang mangkin tajam. Adapun macam-macam ide yang perlu dikembangkan adalah:
1. Ide dalam pembuatan produk/jasa yang diminati konsumen,
2. Ide dalam pembuatan produk/jasa yang dapat memenangkan persaingan,
3. Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produk,
4. Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen didalam penggunaan produk,
5. Ide dalam pembuatan desain, model, corak, dan warna produk/jasa yang disenangi konsumen.
Setelah mengidentifikasi peluang usaha, seorang wirausaha memilih jenis usaha, proses pemilihan ini terdiri atas tahap melalui saringan yang makin lama makin sempit. Untuk itu diperlukan pertimbangan mendalam, biasanya disebut evaluasi dengan kriteria yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangannya adalah sebagai berikut :
1. Faktor keuntungan
Jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberi keuntungan memadai, sebaiknya pilihan bersangkutan dibatalkan.
2. Faktor penguasaan teknis
Cara pembuatan barang atau jasa perlu dikuasai atau dipelajari atau menggunakan orang lain untuk menguasainya.
3. Faktor pemasaran
Harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospek pemasarannya di waktu mendatang.
4. Faktor bahan baku
Bahan baku merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produk usaha.
5. Faktor tenaga kerja
Yang perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang murah dan kemungkinan untuk memenuhinya, baik jumlah, keahlian maupun jasa.
6. Faktor modal
Perlu dipertimbangkan kesesuaian antara modal yang disediakan dan kebutuhan masing-masing jenis usaha yang dipertimbangkan.
7. Faktor risiko
Tingkat risiko yang bakal ditanggung perlu dipertimbangkan besarnya kemampuan untuk menanggung dan imbangannya keuntungan yang akan diperoleh.
8. Faktor persaingan
Perlu dipelajari situasi yang bakal terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapinya, dalam modal maupun pemasarannya.
9. Faktor fasilitas dan kemudahan
Fasilitas yang dibutuhkan untuk operasi usaha dan kemudahan penyediaannya menjadi pertimbangan lain bersama, kemudahan yang mungkin dapat diperoleh dari pemerintah seperti pajak.
10. Faktor manajemen
Pertimbangan penting lainnya adalah produk pengelolaannya yang paling sesuai dan bagaimana kemampuan kita untuk mengelolanya. Hal ini sering diabaikan dalam mendirikan perusahaan kecil. Faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah peraturan pemerintah, perizinan, pertimbangan etis, lingkungan, dan sebagainya.
tugas yang perlu diperhatikan seorang wirausaha adalah mempertimbangkan hal-hal berikut :
1. Jenis usaha yang sesuai dengan hasrat dan minat.
2. Jenis usaha yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan.
3. Jenis usaha yang mudah mengurus dan mengerjakannya.
4. Jenis usaha yang mudah memeliharanya.
5. Jenis usaha yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen.
6. Jenis usaha yang bahan bakunya mudah didapat.
7. Jenis usaha yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah
Peluang usaha yang sudah dijalankan tentu memerlukan pengembangan supaya lebih dapat mengembangkan potensi yang sudah ada. Diantaranya adalah sebagai berikut.:
1. Integrasi vertikal
Integrasi vertikal adalah penggabungan usaha yang mempunyai keterkaitan usaha yang saling membutuhkan kontinu, misalnya; usaha macam-macam kue, memerlukan pasokan terigu dengan kualitas tertentu dari pemasok.
2. Menambah kapasitas
Penambahan kapasitas adalah menambah atau menaikkan jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan peluang pasar baru atau untuk memasuki wilayah pasar baru. Penambahan kapasitas produksi dimungkinkan bila perusahaan masih memiliki kapasitas lebih. Bila kapasitas produksi yang dimiliki sudah dimanfaatkan maksimal, penambahan kapasitas produksi memerlukan penambahan alat-alat baru.
3. Memasuki bisnis baru
Memasuki bisnis baru adalah membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sudah berjalan. Memasuki bisnis baru dapat dilakukan dengan menambah jenis produk dari usaha yang sudah berjalan atau mendirikan usaha yang berbeda dengan usaha yang sudah berjalan.
Sumber gagasan/ide bagi produk dan jasa baru juga bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Misalnya :
1. Kebutuhan dan sumber penemuan
Penemuan atau inovasi berasal dari persepsi kebutuhan yang ingin dipenuhi. Misalnya; Alat parut kelapa sampai sekarang belum dibuat dalam bentuk yang besar. Sedangkan yang elektronik sudah ada, tetapi buatan luar negeri.
2. Mengamati kekurangan produk lain
Mengamati kekurangan produk dan jasa yang ada merupakan lahan subur bagi gagasan barang dan jasa baru.
3. Pemanfaatan produk dari perusahaan lain
Banyak perusahaan baru yang terbentuk sebagai perusahaan yang memanfaatkan produk dari perusahaan lain yang sudah ada. Misalnya; perusahaan konveksi baru membuat serbet, handuk, keset dari bahan BS (barang sortiran) perusahaan konveksi lain.