Rabu, 04 Februari 2015

PELUANG USAHA (Pertemuan 1)


Materi Pembelajaran:
A.    Peluang dan resiko usaha
B.    Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha
C.    Mengembangkan ide dan peluang usaha
D.    Menganalisis kemungkinan keberhasilan dan kegagalan
E.     Memetakan peluang usaha
F.     Pemanfaatan peluang secara kreatif dan inovatif

 
A.           Peluang Dan Resiko Usaha
Peluang dalam bahasa inggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau momen. Jadi, peluanmg berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang.

Faktor-faktor yang dapat memunculkan inspirasi adalah sebagai berikut :
1.         Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang sebagai subjek, antara lain :
a.     Pengetahuan yang dimiliki;
b.    Pengalaman dari individu itu sendiri;
c.     Pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah;
d.    Intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri.
Faktor internal menjadi alat untuk menciptakan sebuah inspirasi atas objek yang dihadapinya dengan kemampuan kreatifitasnya,

2.         Faktor eksternal, yaitu hal – hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, antara lain :
a.     Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan;
b.    Kesulitan yang dihadapi sehari–hari.
c.      Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain;
d.    Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Ide atau gagasan yang memiliki nilai jual tinggi meiliki ciri :
a.    Mampu memenuhi kebutuhan dari konsumen atau pasar;
b.    Memiliki keunggulan bersaing (competitive advantage) dalam sebuah kompetisi (punya daya saing);
c.    Tidak bersifat sementara atau adanya aspek waktu yang lama;
d.    Ada nilai uang atau bisa dinilai dengan uang;
e.         Memenuhi aspek kreativitas dan inovasi yang bersifat solusi atau penyelesaian masalah dan kesulitan yang selama ini belum ada orang yang mampu menyelesaikannya.

Ciri-ciri usaha yang potensial :
1.         Usaha memiliki nilai jual yang tinggi;
2.         Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, tetapi sifatnya nyata;
3.         Usaha itu mempunyai waktu bertahan yang lama di pasar;
4.         Tidak akan menghabiskan modal (uang), karena terlalu besar investasinya.
5.         Tidak bersifat momentum atau bersifat musiman;

Ciri – ciri peluang usaha yang baik :
1. Orisinil dan tidak meniru
2. Dapat mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar di masa mendatang
3.      Benar – benar sesuai keinginan agar peluang bisa bertahan lama
3. Tingkat visitabilitas (kelayakan usaha) benar – benar teruji untu itu dilakukan riset dan Trial(uji coba) dalam pasar.
4. Bersifat ide yang kreatif dan inovatif bukan tiruan dari ide orang lain
5. Ada keyakinan bisa mewujudkannya dan sukses untuk menjalannya
6. Ada rasa senang menjalakannya dan benar-benar suka bisnis tersebut.

B.   Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan peluang usaha


1.    Faktor-faktor keberhasilan peluang usaha
a.    Memenuhi cirri-ciri peluang usaha yang baik
b.    Berasal dari hubungan yang bersinergi antara wirausaha dengan usaha yang dijalankan, pasar usaha, dan produk yang dihasilkan
c.    Memiliki tingkat resiko kegagalan yang kecil bila dijalankan
d.    Produk yang dihasilkan dari peluang telah melalui uji pasar
e.    Produk yang akan dihasilkan   dari peluang tersebut mengikuti tren perubahan pasar
f.     Produk yang akan dihasilkan dari peluang dapat terus-menerus diinovasi dan ditingkatkan kualitasnya

2.         Faktor-faktor kegagalan peluang usaha
a.    Bersifat jangka pendek
b.    Kadaluarsa
c.    Lewat begitu saja karena tidak segera diambil keputusan untuk memulainya
d.    Tidak berasal dari dari hubungan hubungan yang bersinergi antara wirausaha dengan usaha yang dengan usaha yang dijalankan, pasar usaha, dan produk yang dihasilkan
e.    Produk yang akan dihasilkan  dari peluang tersebut tidak melalui uji pasar yang akurat 

 C. Sumber Peluang Usaha dan Cara Mengembangkannya
Peluang atau kesempatan bisa bersumber dari berbagai macam hal, yaitu :
1.         Peluang dari diri sendiri
a.    Hobi
b.    Keahlian
c.    Pengetahuan dan latar belakang pendidikan
2.         Peluang dari lingkungan
a.    Usaha atau bisnis orang tua
b.    Lingkungan rumah
c.    Kebiasaan anda ketika berangkat dan pulang sekolah
d.    Saat anda berkunjung ke berbagai tempat
3.         Peluang dari perubahan yang terjadi
a.    Perubahan global
b.    Perubahan lingkungan
c.    Perubahan peraturan pemerintah
d.    Perubahan musim
e.    Perubahan gaya hidup
f.     Perubahan tingkat kebutuhan
g.    Perubahan tingkat tekanan pekerjaan yang semakin tinggi (berat)
h.    Perubahan TI dan komunikasi
i.      Perubahan jumlah laju pertumbuhan kendaraan
4.         Peluang dari konsumen
a.    Keluhan dari konsumen
b.    Saran dari konsumen
c.    Permintaan khusus calon konsumen dan konsumen
d.    Angan-angan yang diimpikan konsumen tentang produk atau jasa tertentu
e.    Harapan dari konsumen terhadap produk atau jasa anda
5.         Peluang dari gagasan orang lain
6.         Peluang dari informasi yang diperoleh

D.   Memetakan Peluang Usaha
1.    Tentukan dari mana anda mulai menemukan sebuah sumber peluang
2.    Temukan sektor yang tepat untuk anda masuki
3.    Berdayakan kekuatan produk anda agar memiliki nilai jual
4.    Evaluasi dan berdayakan peluang anda menjadi produk

E.   Pemanfaatan peluang secara kreatif dan inovatif
Peluang usaha harus diberdayakan menjadi peluang emas demgan cara kreatif dan inovatif dengan melakukan cara – cara sebagai berikut :
1.    Make modification ( melakukan beberapa perubahan)
2.    Make it better (membuat yang lebih baik)
3.    Make it the first (menjadi yang pertama)
4.    Make it special produk (membuat produk khusus)
5.    Clonning (meniru habis tetapi merk berbeda)
6.    Subtitute ( menjadi produk pengganti )

F. PEMANFAATAN PELUANG USAHA SECARA KREATIF DAN INOVATIF

Wirausaha yang kreatif adalah wirausaha yang cepat menangkap peluang yang muncul dari suatu kondisi lingkungan di sekitarnanya, yang tidak pernah melewatkan waktunya dengan sia-sia. Orang yang kreatif akan memandang barang yang oleh orang kebanyakan dianggap tidak berguna, menjadi sangat berguna dan mempunyai nilai jual. Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan panjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan bahkan orang lain. Misalnya :

1. Memanfaatkan barang bekas

Misalnya : - sedotan minuman dibuat bunga

- bulu ayam menjadi lukisan

- perca menjadi keset

2. Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam, misalnya : membuat kerajinan dari tanah liat dari gerabah.
3. Memanfaatkan kejadian/peristiwa yang ada, misalnya: berjualan aneka minuman seperti es buah/kelapa, es teler pada waktu musim kemarau, dan sebagainya.

Seorang yang berjiwa dinamis adalah orang yang mampu melihat lingkungan sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa berubah sebagai suatu tren dari masyarakat yang tidak terduga. Apabila kita mampu memanfaatkan dengan baik maka kondisi tersebut akan menjadi suatu peluang usaha bagi kita. Di sini orang yang mau bekerja keras, ulet, percaya pada kemampuan sendiri, kreatif dan inovatif akan lebih mudah menemukan peluang usaha yang ada. Jika peluang usaha digali dengan baik maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Cara Untuk menggali peluang usaha atau bisnis, setiap orang harus berpikir secara positif dan kreatif, yaitu : 

1. Harus percaya dan yakin bahwa usahanya bisa dilaksanakan,
2. Mau menerima gagasan baru dalam dunia bisnis,
3. Sering bertanya pada diri sendiri,
4. Bersedia mendengarkan saran dari orang lain,
5. Mempunyai etos kerja yang tinggi,
6. Pandai dan terampil ; berkomunikasi.

Inovatif adalah suatu temuan baru yang menyebabkan berdaya gunanya suatu produk atau jasa ke arah yang lebih produktif. Beberapa faktor yang mendorong untuk melakukan inovasi dalam usaha antara lain keinginan untuk berprestasi, adanya sifat penasaran atau keinginan untuk menanggung risiko, faktor pendidikan, pengalaman, dan adanya peluang.


Tujuan mengadakan inovasi dalam usaha adalah sebagai berikut :

1. Untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat.
2. Untuk menyesuaikan selera masyarakat.
3. Untuk menyesuaikan perkembangan teknologi.
4. Untuk memuaskan konsumen.
5. Untuk menarik konsumen.

Inovasi baru di bidang produk dan jasa pada saat ini dihadapkan pada tiga pilihan berikut :

1. Produk atau jasa yang baru dapat ditempatkan pada salah satu pasaran yang sesuai minat konsumen.
2. Produk atau jasa yang dirancang secara baru dan model baru dapat ditempatkan ditengah-tengah pasar serta disesuaikan dengan daya beli konsumen.
3. Produk atau jasa baru dapat ditampilkan dengan tujuan dapat merebut dan memanfaatkan peluang usaha.

Inovasi produk atau jasa yang dilaksanakan seorang wirausaha atau terarah secara spesifik, jelas, dan memiliki desain yang dapat diterapkan serta diminati konsumen.

MENGEMBANGKAN IDE DAN PELUANG USAHA

Ada banyak cara bagi wirausaha untuk mengembangkan ide peluang usaha. Diantaranya adalah memberikan kebebasan dan dorongan kepada para karyawan. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus menerus agar wirausaha dapat memenangkan persaingan yang mangkin tajam. Adapun macam-macam ide yang perlu dikembangkan adalah:

1. Ide dalam pembuatan produk/jasa yang diminati konsumen,
2. Ide dalam pembuatan produk/jasa yang dapat memenangkan persaingan,
3. Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produk,
4. Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen didalam penggunaan produk,
5. Ide dalam pembuatan desain, model, corak, dan warna produk/jasa yang disenangi konsumen.

Setelah mengidentifikasi peluang usaha, seorang wirausaha memilih jenis usaha, proses pemilihan ini terdiri atas tahap melalui saringan yang makin lama makin sempit. Untuk itu diperlukan pertimbangan mendalam, biasanya disebut evaluasi dengan kriteria yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangannya adalah sebagai berikut :

1. Faktor keuntungan

Jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberi keuntungan memadai, sebaiknya pilihan bersangkutan dibatalkan.

2. Faktor penguasaan teknis

Cara pembuatan barang atau jasa perlu dikuasai atau dipelajari atau menggunakan orang lain untuk menguasainya.

3. Faktor pemasaran

Harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospek pemasarannya di waktu mendatang.

4. Faktor bahan baku

Bahan baku merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produk usaha.

5. Faktor tenaga kerja

Yang perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang murah dan kemungkinan untuk memenuhinya, baik jumlah, keahlian maupun jasa.

6. Faktor modal

Perlu dipertimbangkan kesesuaian antara modal yang disediakan dan kebutuhan masing-masing jenis usaha yang dipertimbangkan.

7. Faktor risiko

Tingkat risiko yang bakal ditanggung perlu dipertimbangkan besarnya kemampuan untuk menanggung dan imbangannya keuntungan yang akan diperoleh.

8. Faktor persaingan

Perlu dipelajari situasi yang bakal terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapinya, dalam modal maupun pemasarannya.

9. Faktor fasilitas dan kemudahan

Fasilitas yang dibutuhkan untuk operasi usaha dan kemudahan penyediaannya menjadi pertimbangan lain bersama, kemudahan yang mungkin dapat diperoleh dari pemerintah seperti pajak.

10. Faktor manajemen

Pertimbangan penting lainnya adalah produk pengelolaannya yang paling sesuai dan bagaimana kemampuan kita untuk mengelolanya. Hal ini sering diabaikan dalam mendirikan perusahaan kecil. Faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah peraturan pemerintah, perizinan, pertimbangan etis, lingkungan, dan sebagainya.

tugas yang perlu diperhatikan seorang wirausaha adalah mempertimbangkan hal-hal berikut :

1. Jenis usaha yang sesuai dengan hasrat dan minat.
2. Jenis usaha yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan.
3. Jenis usaha yang mudah mengurus dan mengerjakannya.
4. Jenis usaha yang mudah memeliharanya.
5. Jenis usaha yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen.
6. Jenis usaha yang bahan bakunya mudah didapat.
7. Jenis usaha yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah

Peluang usaha yang sudah dijalankan tentu memerlukan pengembangan supaya lebih dapat mengembangkan potensi yang sudah ada. Diantaranya adalah sebagai berikut.:

1. Integrasi vertikal

Integrasi vertikal adalah penggabungan usaha yang mempunyai keterkaitan usaha yang saling membutuhkan kontinu, misalnya; usaha macam-macam kue, memerlukan pasokan terigu dengan kualitas tertentu dari pemasok.

2. Menambah kapasitas

Penambahan kapasitas adalah menambah atau menaikkan jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan peluang pasar baru atau untuk memasuki wilayah pasar baru. Penambahan kapasitas produksi dimungkinkan bila perusahaan masih memiliki kapasitas lebih. Bila kapasitas produksi yang dimiliki sudah dimanfaatkan maksimal, penambahan kapasitas produksi memerlukan penambahan alat-alat baru. 

3. Memasuki bisnis baru

Memasuki bisnis baru adalah membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sudah berjalan. Memasuki bisnis baru dapat dilakukan dengan menambah jenis produk dari usaha yang sudah berjalan atau mendirikan usaha yang berbeda dengan usaha yang sudah berjalan.

Sumber gagasan/ide bagi produk dan jasa baru juga bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Misalnya :

1. Kebutuhan dan sumber penemuan

Penemuan atau inovasi berasal dari persepsi kebutuhan yang ingin dipenuhi. Misalnya; Alat parut kelapa sampai sekarang belum dibuat dalam bentuk yang besar. Sedangkan yang elektronik sudah ada, tetapi buatan luar negeri.

2. Mengamati kekurangan produk lain

Mengamati kekurangan produk dan jasa yang ada merupakan lahan subur bagi gagasan barang dan jasa baru.

3. Pemanfaatan produk dari perusahaan lain

Banyak perusahaan baru yang terbentuk sebagai perusahaan yang memanfaatkan produk dari perusahaan lain yang sudah ada. Misalnya; perusahaan konveksi baru membuat serbet, handuk, keset dari bahan BS (barang sortiran) perusahaan konveksi lain.