Rabu, 13 April 2016

Pertemuan ke-5

PROPOSAL USAHA
Proposal usaha merupakan media umum untuk menjelaskan profil usaha yang akan dikembangkan oleh seorang wirausaha. Proposal usaha merupakan dokumen tertulis yang menggambarkan semua unsur, baik internal maupun eksternal mengenai suatu usaha baru
Beberapa hal yang perlu dicantumkan dan dijelaskan dalam sebuah proposal usaha
1.      Hasil study kelayakan usaha
2.      Penelitian dan pengembangan
3.      Masalah pabrik
4.      Managemen usaha
5.      Pemasaran
6.      Resiko yang dihadapi
7.      Masalah finansial, misalnya kebutuhan investasi atau modal, biaya operasional dan estimasi keuntungan
8.      Penjadwalan waktu usaha.
Proposal usaha harus memberikan deskripsi yang jelas mengenai usaha yang akan dijalankan, arah proposal usaha akan dibawa, dan cara merealisasikan proposal ke dalam usaha yang nyata Pada umumnya, proposal terdiri dari sasaran dan strategi. Sasaran adalah hal-hal yang ingin dicapai perusahaan, semntara strategi adalah arah dan tindakan untuk mencapai sasaran usaha.
1.      Fungsi proposal Usaha
Proposal usaha memiliki arti penting bagi wirausaha sebagai pernyataan atau regitimasi calon wirausaha sebagai pemilik dan pemegang inisiatif dalam membuka usaha. Selain itu, proposal usaha berfungsi sebagai :
a.       Representasi pengetahuan dan penguasaan bidang wirausaha yang akan dijalankan.
b.      Wujud perkiraan prospek usaha.
c.       Tolak ukur dan panduan pelaksanaan kegiatan.
Keuntungan yang dapat diperoleh ketika sorang wirausaha menyusun proposal usaha, antara lain :
a.       Memberikan gambaran kepada pihak lain tentang profil perusahaan.
b.      Mengundang orang orang yang potensial untuk bergabung dan bekerja sama.
c.       Memperoleh kesempatan mengembangkan usaha.
d.      Mengatur pembentukan kerja sama yang saling menguntungkan dengan perusahaan lain, serta mendapatkan calon relasi usaha yang lebih luas.
e.       Membantu wirausaha memahami persaingan dalam factor ekonomi dan analisis keuangan yang masuk dalam subjek proposal usaha sehingga dapat mendekati asumsi-asumsi secara cermat tentang seberapa besar tingkat keberhasilan yang dicapai.
f.       Dapat memperoleh pinjaman maupun penertaan modal dari investor, bank dan pihak potensial lainnya.
g.      Memperjelas sumber-sumber dana pengelolaan usaha karena proposal usaha dapat :
1.      Memberikan gambaran awal akan kemampuan manajerial wirausaha,
2.      Mengidentifakasi risiko kritis pada saat-saat penting sehingga mempermudah penentuan langkah antisipasi
3.      Memberikan informasi potensi pasar dan perkiraan pangsa pasar yang mungkin diraih
4.      Memberikan keterangan mengenai sumber-sumber keuangan,
5.      Memberikan gambaran tentang kemampuan wirausaha dalam memenuhi kewajibannya.
2.      Faktor-faktor penyusunan proposal usaha
Proposal usaha harus disusun dengan mempertimbangkan hal-hal berikut.
a.      Tujuan harus realistis
Tujuan yang ingin dicapai harus spesifik, dapat dicapai dan diukur, serta ada kesamaan waktu dan parameter pengukurannya.
b.      Fleksibel/luwes
Kondisi lingkungan usaha selalu berubah/dinamis, sehingga penyusunan proposal pun harus fleksibel, dan memungkinkan adanya alternative strategi.
c.       Batasan waktu
Proposal usaha selalu mengandung tujuan utama, yaitu tujuan jangka panjang dan sub tujuan, berupa tujuan jangka pendek yang hendak dicapai.
Penyusunan proposal untuk selanjutnya pendirian usaha perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti keluarga mitra bisnis, karyawan, dan pihak lain yang terlibat didalamnya.
3.      faktor-faktor penunjang isi proposal usaha
terdapat dua factor yang dapat menunjang isi proposal usaha, yaitu :
a.      analisis situasi persaingan
wirausaha harus mengidentifikasi factor internal dan eksternal yang sekiranya akan mendukung sera menghambat pencapaian usaha, wirausaha juga harus dapat menemukan sumber-sumber lain yang bisa digunakan untuk menilai para pesaingnya.
Pengetahuan mengenai peta persaingan usaha akan berguna untuk memperkirakan kekuatan dan kelemahan produk yang ada di pasar dan daya saingnya terhadap produk lain.
b.      stategi dan kebijakan
proposal usaha akan menunjang stategi dan kebijakan dalam bidang pemasaran terutama dalam penetapan harga. Penetapan harga harus tepat agar bisa diterima dan menghasilkan keuntungan.
B. MENYUSUN PROPOSAL USAHA
Setelah yakin pada usaha yang akan dijalankan, langkah berikutnya adalah menysyn proposal usaha. Beberapa petunjuk yang harus dipenuhi dalam penysunan proposal usaha adalah sebagai berikut :
1.      Menetapkan jenis usaha, aspek produk, pemasaran, teknis penyaluran organisasi, manajemen, dan aspek yuridis.
2.      Melaksanakan aspek administrasi
3.      Mengetahui aspek sumber keuangan
4.      Memelajari kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan AMDAL ( analisis masalah dampak lingkungan)
Proposal usaha harus disususn secara jelas, singkat, dan padat sehingga ketika orang lain membaca proposal tersebut, mereka akan segera menemukan gambaran yang jelas tentang usaha yang sedang dirancang.
Berikut akan dibahas mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan dalam menyusun proposal usaha.
1.      Isi proposal Usaha
Proposal usaha biasanya digunakan untuk memperoleh modal usaha. Oleh karena itu, wirausaha harus membuat proposal yang berisi informasi lengkap tentang hal-hal yang sedang atau akan dijalankan, serta modal yang dperlukan.
Berdasarkan proposal tersebut, pihak lembaga keuangan (biasanya bank) akan menilai apakah wirausaha tersebut pantas memperoleh pinjaman atau tidak. Informasi yang biasanya tercantum dalam sebuah proposal usaha, antara lain :
a.      Uraian usaha
uraian usaha memberikan penjelasan singkat tentang usaha yang sedang atau akan dijalankan, biasanya berisi latar belakang pendirian usaha dan prospeknya di masa mendatang. Selain itu juga berisi keunggulan dari bidang usaha tersebut dan kendala yang mungkin dihadapi serta pemecahannya ( analisis SWOT).
b.      Produk
Proposal usaha menguraikan secara rinci tentang spesifikasi dari sebuah produk, misalnya ukuran, jenis kegunaan, dan banyak produk yang dihasilkan jenis produk yang dihasilkan bergantung pada minat dan pengetahuan wirausaha biasanya berasal dari pengalaman yang pernah diperolehnya hal hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan produk adalah :
1.      Permintaan konsumen akan suatu produk
2.      Kebutuhan konsumen yang belum teridentifikasi
3.      Persaingan pasar
4.      Sumber daya yang menunjang pembuatan produk
c.       Lokasi
secara umum, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam menentukan lokasi usaha, yaitu pertalian ke belakang (backward linkage) yaitu perolehan bahan baku dan pertalian ke depan (forward linkage) yaitu penjualan, distribusi dan pemasaran produk. Hal-hal yang memengaruhi penentuan lokasi adalah :
1.      Kedekatan dengan sumber bahan baku produksi, seperti bahan bakar,air dan lainnya
2.      Kedekatan dengan pasar/konsumen
3.      Ketersediaan kemudahan untuk mendapatkan tenaga kerja
4.      Kemudahan fasilitas pengangkutan dan transportasi
5.      Sikap/peraturan pemerintah serta masyarakat sekitar.
d.      Pasar
Pasar merupakan tempat orang melakukan transaksi jual beli.Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, pasar merupakan tempat berinteraksinya produsen dan konsumen. Sebagai contoh, seorang wirausaha akan membuka bisnis di bidang kecantikan oleh karena itu, ia menetapkan segmen pasarnya adalah wanita golongan menengah ke atas 25 th. Selain segmen pasar dan konsumen, wirausaha juga harus menyertakan strategi pemasaran yang akan diambil termasuk kebijakan harga.
e.       Persaingan
Perusahaan harus bisa menjelaskan posisis usahanya dan persaingan dalam pasar yang ada selain itu, perusahaan juga harus bisa menggambarkan strategi yang akan dijalankan untuk memenangkan persaingan.
Posisi perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.      Pemimpin pasar (market leader) perusahaan yg menguasai sebagian besar pangsa pasar yntuk suatu produk sejenis. Pada umumnya perusahaan ini memiliki kekuatan mengendalikan harga dan anggaran promosi yang jauh merupakan pemimpin pasar untuk produk mie instan.
2.      Penantang pasar (market challenger) perusahaan yang selalu berusaha merebut pangsa pasar dari pemimpin pasar. Biasanya mereka giat melakukan promosi, perang harga, memberikan pelayanan yang lebih baik, dan menerapkan strategi yang dianggap lebih jitu.
3.      Pengikut pasar (market followers) perusahaan dengan pangsa pasar dan pengikut yang tidak terlalu banyak namun loyal pengikut pasar merupakan pemimpin pasar dalam cakupan kecil.
4.      Perelung pasar, yaitu perusahaan yang menjadi pesaing bagi pengikut pasar. Perusahaan ini menghindari persaingan dengan cara melayani konsumen yang belum digarap pemimpin pasar.
f.       Laporan keuangan
Wirausaha yang telah memiliki usaha, wajib menyertakan laporan keuangan yang lalu dalam rencana usahanya. Sementara, wirausaha yang baru akan memulai usaha, harus menyertakan rencana permodalannya , estimasi baiaya, dan pendapatannya. Hal ini dimaksudkan agar penyandang modal bisa menilai kemampuan riil maupun potensial perusahaan tersebut.Laporan keuangan meliputi neraca perusahaan dan laporan laba rugi, analisis titik impas (BEP) Serta sumber permodalan.
g.      Manajemen
Dalam proposal usaha, wirausaha harus mendeskripsikan/menguraikan bentuk kepemilikan, struktur modal, serta peranan dan masing masing sub organisasi perusahaan wairausaha juga harus menjelaskan status badan usaha yang dikelolanya apakah berstatus perseroan, firma,CV,atau bentuk badan usaha lainnya.
h.      Personalia (sumber daya manusia)
Wirausaha harus menjelaskan susunan personalia dalam struktur organisasi perusahaan lengkap dengan jumlah pegawai dan latar belakang pendidikannya.
i.        Proposal kredit
wirausaha mengajukan sejumlah dana yang diperlukan dalam mengembangkan usahanya. Kebutuhan dana harus diperinci alokasinya, misalnya dan yg dibutuhkan untuk menambah mesin, pembelian bahan baku, dll.
j.        Lampiran lainnya
hal terakhir yang harus dilakukan adalah dokumen-dokumen penting perusahaan seperti akta pendirian perusahaan, SIUP, sertifikat tanah dan sebagainya.
2.      Sistematika penyusunan Proposal Usaha
Sistematika penyusunan usaha adalah sebagai berikut.
a.      Uraian usaha
1). Latar belakang perusahaan
2). Prospek Perusahaan
3). Hambatan yang dihadapi
4). Pemecahan masalah usaha
b. produk
1. bentuk
2. jenis
3. kegunaan
c. Lokasi
1). Backward linkage
2). Forward linkage
d.Pasar dan segmen pasar
                  1. segmen pasar bagi pemasaran produk
                  2. jenis pasar yang dimasuki
`                 3. Posisi perusahaan dalam pasar
e.       Persaingan
1.      Jumlah pesaing yang dihadapi
2.      Strategi pemasaran dalam menghadapi pesaing
f.       laporan keuangan
1.      neraca
2.      laporan laba/rugi
3.      analisis BEP ( titik pulang pokok/ titik impas )
4.      sumber permodalan
g.      sumber daya manusia
1.      jumlah karyawan
2.      latar belakang pendidikan karyawan
h.      proposal kredit
1.      alokasi kebutuhan dana
2.      total kebutuhan dana
i.        lampiran
1.      surat izin usaha
2.      data penelitian paasar
3.      surat kontrak dan dokumen perjanjian lainnya
3.penjelasan draft proposal usaha
Pada dasarnya, proposal usaha memuat hal hal sebagai berikut.
a.       Halaman depan berisi nama dan alamat perusahaan beserta nama orang yang bertanggung jawab.
b.      Daftar isi, secara rinci menyebutkan seluruh isi draft proposal dan nomor halamannya
c.       Rangkuman eksekutif berisi keseluruhan usaha secara singkat
d.      Penjelasan perusahaan, menjelaskan strategi perusahaan dan tim manajemen pengelola perusahaan
e.       Pemasaran, dan stategi serta ramalan tentang target konsumen di amasa mendatang.
f.       Barang dan jasa yang dihasilkan menjelaskan jumlah, mutu, kegunaaan, dan kelebihan produk.
g.      Usaha meningkatkan penjualan, menjelaskan berbagai teknih promosi
h.      Permodalan merencanakan rencana permodalahn dan proyeksinya neraca pendahuluan arus kas dan pendapatannya

i.        Lampiran, untuk melengkapi proposal usaha, seperti akta pendirian, SIUP, SITU, AMDAL, maupun serifikat tanah.

Pertemuan ke-4

PROMOSI


Merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengadakan komunikasi dengan pasarnya sehingga dapat mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Bentuk – bentuk Promosi yang dapat dilakukan oleh wirausaha yaitu :
a. Periklanan merupakan promosi ide, barang dan jasa dengan sejumlah biaya oleh sponsor Komunikasi yang dilakukan bersifat misal dan menggunakan media massa seperti: radio, televisi, surat kabar, majalah dsbb. Personal seling merupakan interaksi langsung antar individu untuk menciptakan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan
c. Promosi penjualan merupakan kegiatan promosi dengan menggunakan alat-alat seperti peragaan, pameran, demonstrasi, pemberian contoh produk gratis dll
d. Hubungan Masyarakat dirancang untuk mempengaruhi sikap masyarakat terhadap suatu organisasi, produk dan kebijakannya, kegiatan yang dilakukan biasanya berupa proyek bantuan kemanusiaan dan partisipasi dalam kegiatan social kemasyarakatan. Hal ini sejalan dengan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkaitan dengan berbagai upaya tanggungjawab social korporasi kepada masyarakat dan lingkungan. Contoh: PT Unilever memiliki program CSR berupa pendampingan terhadap petani kedelai, yang bisa menguntung kedua belah pihak. PT Djarum melaksanakan program CSR dibidang bulutangkis dengan membuat klub, memberikan beasiswa, rutin melaksanakan lomba dan mensponsori kegiatan turnamen bulutangkis baik nasional maupun internasional.e. Publisitas merupakan kegiatan promosi melalui suatu media berisi tentang berita dalam bentuk uraian cerita dan bukan iklan yang singkat disertai gambar.

Negosiasi

Negosiasi adalah proses tawar menawar dengan jalan perundingan untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak kelompok atau organisasi dan pihak atau organisasi yang lain.Negosiasi atau perundingan dilakukan karena beberapa alasan yaitu :
1. ada dua pihak atau dua kelompok yang memiliki kepentingan yang sama
2. ada permasalahan yang harus diselesaikan kedua belah pihak dengan itikad yang baik
3. Kedua belah pihak siap mengambil resiko dari hasil kesepakatan yang dilakukan
Strategi bernegosiasi dapat disesuaikan dengan permasalahan yang akan dinegosiasikan, tujuan, pihak-pihak atau siapa yang akan bernegosiasi, situasi dan kondisi serta ada tidaknya pihak penengah dalam melaksanakan negosiasi.
Hasil-hasil perundingan biasanya dibuat secara tertulis dalm bentuk nota kesepahaman atau memo kesepahaman atau memorandum of understanding (Mou) atau dalam bentuk surat perjanjian (letter of agreement)
Beberapa strategi dalam melakukan negosiasi yaitu :
1. strategi menang-menang (win-win solusition)
2. Strategi menang – kalah (win–lose solution)
3. strategi kalah-kalah ( lose–lose solution)
1. Strategi menang-menang (win-win solution)
Pada strategi menang-menang (win-win solution) kedua belah pihak berada pada posisi yang menguntungkan karena dalam perundingan diupayakan menciptakan suasana yang memberikan kesan tidak ada pihak yang kalah dengan mengetengahkan pemberian atau keuntungan yang terbaik secara jujur dan adil.
2. Strategi menang kalah (win-lose solution)
Merupakan strategi yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan dengan keinginan untuk mengalahkan pihak lain yang menguntungakan diri sendiri dan merugikan pihak lain. Penggunaan strategi menang-kalah (win-lose solution) tidak dianjurkan karena sering menimbulkan konflik berkepanjangan.
3. Strategi kalah-kalah (lose-lose solution)
Merupakan strategi yang merugikan kedua belah pihak dimana keduanya merupakan pihak yang kalah, karena perundingan cenderung tidak menggunakan akal pikiran yang sehat hanya melampiaskan kemarahan dan emosi sehingga tidak akan dapat mneyelesaikan masalah.
Memilih Saluran dan Jaringan Distribusi

DISTRTIBUSI


Merupakan proses penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen
Proses distribusi ini dapat dilakukan dengan cara :
  • Distribusi langsung adalah penyaluran barang atau jasa yang dilakukan oleh produsen langsung kepada konsumen, tanpa melalui perantara
  • Distribusi tidak langsung adalah penyaluran barang atau jasa hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui perantara terlebih dahulu
  • Distribusi semi langsung adalah penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen melalui saluran milik produsen sendiri
Wirausaha yang ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibutuhkan strategi distribusi yang tepat untuk menyalurkan barang dan jasa untuk sampai kepada konsumen
Strategi distribusi yang dapat dipilih oleh wirausaha untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar adalah :
  • Strategi distribusi intensif adalah distribusi yang menempatkan produk pada banyak retailer atau pengecer diberbagai tempat. Strategi ini sangat cocok untuk produk barang kebutuhan pokok yang dipergunakan sehari-hari dan memiliki permintaan serta tingkat konsumsi yang tinggi, contoh sembako, rokok, sikat gigi, odol deterjen dsb.
  • Strategi distribusi selektif adalah strategi menyalurkan produk barang dan jasa pada daerah pemasaran tertentu dengan memilih beberapa distributor atau pengecer pada suatu daerah, contoh produk elektronik, kendaraan bermotor, sepeda, pakaian, buku dan sebagainya.
  • Strategi distribusi eksklusif adalah memberikan hak distribusi suatu produk pada satu, dua distributor atau pengecer pada suatu daerah. Barang atau jasa yag ditawarkan adalah barang-barang berkualitas dengan jumlah konsumen yang terbatas. Contoh showroom mobil, factory outlet, minimarket, supermarket, hypermarket

Pertemuan ke-3

Kepuasan Pelanggan

Kepuasan Pelanggan merupakan penilaian pelanggan terhadap suatu produk atau pelayanan yang telah memberikan tingkat kepuasan seperti yang diharapkan pelanggan.Kepuasan pelanggan bergantung kepada kualitas produk atau layanan, dan bagaimana produk atau layanan tersebut sesuai kebutuhan pelanggan.
Beberapa faktor yang dapat diidentifikasikan sebagai penentu kepuasan pelanggan berdasarkan penelitian para pengamat perilaku konsumen adalah :
1. Pelayanan yang memiliki nilai tambah
2. Disain, kemasan atau tampilan dari produk atau jasa
3. Aspek bisnis yang dapat ditimbulkan
4. Aspek emosional pelanggan
Bagaimana Mengukur Kepuasan Pelanggan ?
Kotler (1996) mengidentifikasi 4 (empat) metode pengukuran kepuasan pelanggan, sebagai berikut :
a. Sistem Keluhan dan Saran
Wirausaha yang berwawasan pelanggan akan menyediakan formulir bagi pelanggan untuk melaporkan kesukaan dan keluhannya. Media yang digunakan dapat berupa kotak saran dan saluran telepon pengaduan bebas pulsa bagi pelanggan. Alur informasi ini memberikan banyak gagasan baik dan wirausaha dapat bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan masalah.
b. Survei Kepuasan Pelanggan
Wirausaha yang responsif mengukur kepuasan pelanggan dengan mengadakan survei berkala, yaitu dengan mengirimkan daftar pertanyaan atau menelpon secara acak dari pelanggan untuk mengetahui perasaan mereka terhadap berbagai kinerja industri. Selain itu juga ditanyakan tentang kinerja industri saingannya.
c. Ghost Shopping (Pelanggan Bayangan)
Merupakan suatu cara yang dilakukan wirausaha dengan mempekerjakan beberapa orang (gost shopper) untuk berpura-pura menjadi pelanggan dan melaporkan kekuatan atau kelebihan dan kelemahan dari produk pesaing.
d. Analisa Pelanggan yang Beralih
Wirausaha dapat menghubungi pelanggan yang tidak membeli lagi produk perusahaan atau berganti pemasok, untuk mengetahui penyebabnya (apakah harganya tinggi, pelayanan kurang baik, produknya kurang dapat diandalkan dan seterusnya, sehingga dapat diketahui tingkat kehilangan pelanggan.

Kewirausahaan Kelas XI (Pertemuan ke-2)

Harga Jual

Harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan wirausaha untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah dengan persentase laba yang diinginkan. Untuk mencapai laba yang diinginkan wirausaha dapat menarik minat konsumen dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual. Harga yang tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang, dan harga tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.Metode Penetapan Harga jual dengan pendekatan biaya dapat dilakukan dengan cara :
a. Metode Penetapan Harga Biaya Plus (Cost Push Pricing Method)
Dengan metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah laba yang dikehendaki pada unit tersebut (disebut margin). Dengan demikian, harga jual produk dapat dihitung dengan rumus:

BIAYA TOTAL + MARGIN = HARGA JUAL

JUMLAH BARANG
Misalnya:
Biaya produksi 10 pasang sepatu adalah
• Biaya bahan baku                        Rp.1.000.000,-
• Biaya tenaga kerja                       Rp.   500.000,-
• Biaya sewa dan penyusutan      Rp.   400.000,-
Jumlah biaya                                Rp.1.900.000,-
Keuntungan yang diinginkan 20% dari total biaya, sehingga harga seluruhnya
Rp.1.900.000,- + (20% x Rp.1.900.000,-) = Rp.2.280.000,-
Harga jual satuan adalah Rp.2.280.000,- = Rp.228.000,-
10
b. Penetapan harga Mark Up (mark up pricing)
Yaitu dimana para pedagang membeli barang-barang dagangannya untuk dijual kembali dengan harga jual dengan menambahkan mark-up tertentu terhadap harga beli.
Rumus yang digunakan adalah :
HARGA BELI + MARK UP = HARGA JUAL
Jadi, mark-up merupakan kelebihan harga jual di atas harga belinya. Keuntungan diperoleh dari mark-up tersebut.
Misalnya
Harga beli barang dagangan            Rp.1.000.000,-
Biaya pengelolaan dan penjualan   Rp.   120.000,-
Keuntungan yang diharapkan           Rp.    200.000,-
Harga Jual = Rp.1.000.000,- + (Rp.120.000,- + Rp.200.000,-) = Rp.1.320.000,-

Kewirausahaan Kelas XI semester 2 (Pertemuan 1)

SENI MENJUAL

Menjual adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menarik perhatian pembeli agar barang, jasa, ide, peluang atau “diri sendiri “ dibeli atau dituruti oleh konsumen. Dalam kegiatan menjual diperlukan suatu metode atau teknik bagaimana cara menjual.Seni Menjual adalah suatu seni untuk mempengaruhi orang lain agar bersedia membeli barang, jasa, ide yang ditawarkan kepada konsumen sehingga konsumen merasa memperoleh keuntungan bila memiliki atau membeli barang yang dibelinya.
Dalam dunia penjualan ada berbagai macam teori yang berkaitan dengan teknik menjual, salah satunya adalah berdasarkan 5 konsep AIDAS.
Tahapan-tahapan yang harus dilakukan seorang wirausaha dalam melakukan kegiatan penjualan berdasarkan 5 konsep AIDAS sebagai berikut :
1. Perhatian (Attention)
2. Minat (Interest)
3. Keinginan (Desire)
4. Tindakan (Action)
5. Kepuasan (Satisfaction)
1. Perhatian (Attention)
Pada tahap perhatian (attention) wirausaha berusaha agar calon konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya. Untuk mendapatkan perhatian dari calon konsumen wirausaha harus memperlihatkan sikap yang baik, tutur kata dan cara berpakaian yang menarik yang akan memberikan penilaian yang positif dari calon konsumen yang akan berpengaruh terhadap terjadinya jual beli.
2. Minat (Interest)
Pada tahap minat (interest) wirausaha berusaha meningkatkan perhatian calon konsumen menjadi minat dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan, mendengarkan dan memahami kebutuhan konsumen.
3. Keinginan (Desire)
Pada tahap keinginan (desire) wirausaha harus dapat meyakinkan calon konsumen dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta kerugiannya jika tidak membeli produk tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi keinginan membeli dari calon konsumen adalah factor pendapatan, pendidikan, status social, jenis kelamin dan lain lain.
4. Tindakan (Action)
Pada tahap tindakan (action) wirausaha harus dapat mewujudkan kebutuhan dan harapan konsumen dan memberikan keyakinan bahwa barang, jasa dan ide yang dibeli merupakan langkah yang tepat yang dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.
5. Kepuasan (Satisfaction)
Pada tahap kepuasan (satisfaction) wirausaha harus dapat memastikan bahwa kualitas barang, jasa dan ide yang dibeli sesuai denga harapan konsumen.
Selain 5 konsep AIDAS terdapat Pelayanan Prima yang dikembangkan berdasarkan konsep A3 yaitu :
1. Attitude (sikap)
2. Attention (Perhatian)
3. Action (tindakan)
Seni menjual dan teknik promosi
1. Konsep Attitude (Sikap)
Calon konsumen selalu mengharapkan sikap dan perilaku yang baik dan menyenangkan dari wirausaha seperti penampilan dan sikap yang sopan serta berfikir positif dalam melayani sehingga calon konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan dan kemungkinan besar pengalamannya disampaikan kepada orang lain dan menjadi promosi gratis bagi perusahaan.
2. Konsep Attention (perhatian)
Apabila calon konsumen menunjukkan minat terhadap barang atau jasa, wirausaha dapat memberikan perhatian kepada calon konsumen dengan memberikan informasi yang baik terhadap produk atau jasa tersebut seperti mendengarkan dan memahami kebutuhan konsumen serta Mencurahkan perhatian penuh kepada konsumen.
3. Konsep Action (tindakan)
Setelah konsumen merasa tertarik dengan produk dan jasa yang ditawarkan, wirausaha harus segera melakukan tindakan untuk memberikan kemudahan kepada konsumen dengan mewujudkan kebutuhan konsumen dan menyatakan terimakasih dengan harapan konsumen kembali.

LATIHAN!!!

1. 

Senin, 11 April 2016

Daftar Siswa yang diremedial Mapel Seni & Budaya Kelas X Semester 2

X1
1. Chaerul Anam 73
2. Ilham Faturrahman 73
3. Khaerul Fikri 73
4. M Hanif 70
5. MViand 56
6. M Jamaluddin 56
7. M Akhsay 78
8. Yusuf Andreansyah 78

X2
1. M Abdul Fathan 70
2. Raka E 0
3. Rio Pristica 73
4. Sawabudin 65
5. Taufik Hidayat 65

X3
1. Hanni A 76
2. Ilda M 70
3. Karlina S 73
4. Kartika 0
5. Rizki A 76

Tugas Remedial:
Buatlah Gambar Illustrasi dengan tema "Jujur dalam Mengerjakan Ujian"

Nb. Untuk yang belum mengikuti UTS
UTS Susulan terakhir tanggal 20 April

Tugas yang tidak Remedial:
Buatlah klipping illustrasi yang di ambil dari koran bekas
Klipping ditempelkan dibuku latihan!
Dikumpulkan paling lambat tanggal 19 April