“Keanekaragaman Budaya Daerah yang
Merupakan Unsur Kebudayaan Nasional”
Jurnal ilmiah ini diajukan
untuk memenuhi Tugas mata pelajaran
”Pendidikan Pancasila”
Dosen : Drs. IMAM SYAFEI,
M.si

Disusun Oleh :
Kelas :
1A
Jurusan :
Pendidikan Ekonomi
PROGRAM STUDI EKONOMI AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
2009
SINOPSIS
Betapa luasnya daerah kepulauan Indonesia .
jarak yang berjauhan serta keadaan yang terpisah-pisah oleh lautan,memungkinkan
adanya perbedaan adat istiadat serta kebudayaan antara satu daerah dan daerah
yang berbeda.ada keanekaragaman budaya di negeri kita. Tetapi dengan perwujudan
kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan social dan budaya,masyarakat Indonesia
adalah satu.
Corak ragam budaya yang ada
menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan
pengembangan budaya seluruhnya. Hasil-hasilnya harus dapat di nikmati oleh
seluruh bangsa Indonesia .
Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan
yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan
lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah
di seluruh Indonesia
terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah
kemajuaan adab,budaya,dan persatuan,dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari
kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa
sendiri,serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia .
Keanekaragaman budaya daerah merupakan
sumber kebudayaan nasional walaupun berbeda-beda dalam segala aspeknya, tetapi
tetap merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sesuai dengan semboyan
Bhineka Tunggal Ika. Yang menjadi satu kesatuan dan menjadi kebudayaan
nasional. Kebudayaan nasional ialah puncak-puncak kebudayaan daerah, yang
merupakan kepribadian bangsa.
Isi dari
kebudayaan itu secara umum adalah:
a.
Sistem
religi,
b.
Upacara-upacara
c.
Sistem
dan organisasi kemasyarakatan,
d.
Sistem
pengetahuan,
e.
Bahasa,
f.
Kesenian,
g.
Sistem
mata pencaharian,
h.
Sistem
teknologi dan peralatan.
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Negara kita
terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil,yang di diami berbagai suku yang hidup
dalam lingkungan kebudayaan daerahnya masing-masing. Mereka tertindak dalam
masyarakat menurut adat yang turun temurun. Adat tersebut telah menjadi
norma-norma dalam kehidupannya. Itu semua menunjukan keanekaragaman budaya.
Kebudayaan yang beraneka ragam itu tidak perlu
kita pertentangkan karena kebudayaan yang berbeda-beda itu adalah kekayaan
bangsa kita.
Itu pula di sebabkan dalam kehidupan
sehari-hari kita tidak boleh menonjolkan suku bangsa kita sendiri. Jika hal itu
terjadi, kita akan menghanjurkan diri kita sendiri serta persatuan dan kesatuan
bangsa
Kebudayaan Indonesia bisa di
artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional
Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruh kebudayaan
lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia.
Kebudayaan Indonesia
walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh
kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan
kebudayaan Arab.Corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya
bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya seluruhnya.
Hasil-hasilnya harus dapat di nikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Kebudayaan daerah
adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat suku
tertentu. Kebudayaan satu daerah dengan daerah yang lain
berbeda-beda karena faktor-faktor seperti berikut.
- Adat istiadat
- Agama
- Kepercayaan
- Lingkungan alam
Kebudayaan daerah
dapat bertahan karena ikatan tradisi penduduknya secara turun menurun.
2. Latar Belakang Masalah
Negara tetangga
kembali berulah dengan melakukan klaim terhadap kebudayaan kita lagi. Kali ini
yg menjadi sasaran adalah tari pendet asal Bali. Mereka menggunakannya untuk
iklan pariwisata malaysia. Setelah mereka “mengirim” teroris ke Indonesia,
sekarang mereka mau “mencuri” kebudayaan Indonesia.(. Mereka begitu jeli
memanfaatkan situasi dimana sebagian besar rakyat Indonesia sudah tidak begitu
memperhatikan kebudayaannya sendiri. Situasi dimana rakyat Indonesia lebih
bangga jika menggunakan yg berbau luar dan asing. Situasi dimana, kebudayaan-kebudayaan
tersebut sudah jarang dan hampir punah mungkin dari bumi pertiwi, dikarenakan
hanya sedikit orang yg mau tetap melestarikannya. Saya masih ingat, ketika
kecil kita sering bermain kuda lumping, dakon, gobak sodor dll. Tapi sekarang,
anak-anak lebih suka dengan Play Station, bermain ke Time Zone, nonton TV
acara-acara yg ngga bermutu. Media televisi, juga dengan latahnya mengikuti
trend ini. Praktis, mungkin hanya TVRI yg cukup konsisten menayangkan acara budaya2
Indonesia, disamping TV-tv lokal tentunya. Dan itupun pemirsanya cuman sedikit.
Ini menjadi
cambuk bagi kita untuk instropeksi, disamping memang ulah negara sebelah yg
kelewat batas. Ada puluhan budaya yg telah diklaim oleh negara sebelah. Dan
berikut ini daftarnya :
1. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
2. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah
Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah
Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah
Malaysia
5. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
6. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah
Malaysia
7. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah
Malaysia
8. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
9. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah
Malaysia
10. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
11. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah
Malaysia
12. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah
Malaysia
13. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh
Pemerintah Malaysia
15. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah
Malaysia
16. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
17. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat
oleh Malaysia
18. Kain Ulos oleh Malaysia
19. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
20. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
21. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
Keanekaragaman Budaya Daerah yang Merupakan Unsur
Kebudayaan Nasional
1.1.
Pengertian
o
Kesadaran adalah keinginan melaksanakan suatu pekerjaan
yang bersumber dari hati nurani sendiri tanpa paksaan.
o
Kesadaran untuk melestarikan kebudayaan berarti ikut
melestarikan kebudayaan nasional secara sukarela tanpa adanya paksaan dari siapapun.
Landasan
§ Pasal 28
I ayat (3)UUD 1945
Identitas
budaya dan hak masyarakat dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan
peradaban
§ Pasal 32
UUD 1945
(1)
Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah
peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan
mengembangkan nilai-nilai budayanya.
(2)
Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai
kekayaan budaya nasional.
Betapa luasnya
daerah kepulauan Indonesia.jarak yang berjauhan serta keadaan yang
terpisah-pisah oleh lautan,memungkinkan adanya perbedaan adat istiadat serta
kebudayaan antara satu daerah dan daerah yang berbeda.ada keanekaragaman budaya
di negeri kita. Tetapi dengan perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu
kesatuan social dan budaya,masyarakat Indonesia adalah satu.
Corak ragam
budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan
landasan pengembangan budaya seluruhnya. Hasil-hasilnya harus dapat di nikmati
oleh seluruh bangsa Indonesia.
Kebudayaan bangsa
ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia
seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak
kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan
bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuaan adab,budaya,dan
persatuan,dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang
dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri,serta
mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
- Suku-suku dan kebudayaan daerah
Negara kita
terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil,yang di diami berbagai suku yang hidup
dalam lingkungan kebudayaan daerahnya masing-masing. Mereka tertindak dalam
masyarakat menurut adat yang turun temurun. Adat tersebut telah menjadi
norma-norma dalam kehidupannya. Itu semua menunjukan keanekaragaman budaya.
Kebudayaan yang beraneka ragam itu tidak perlu
kita pertentangkan karena kebudayaan yang berbeda-beda itu adalah kekayaan
bangsa kita.
Itu pula di sebabkan dalam kehidupan
sehari-hari kita tidak boleh menonjolkan suku bangsa kita sendiri. Jika hal itu
terjadi, kita akan menghanjurkan diri kita sendiri serta persatuan dan kesatuan
bangsa.
- Unsur Kebudayaan Daerah yang Harus Dipelihara
Salah satu ciri
budaya daerah yang penting adalah unsur tradisi yang berakar pada kehidupan
masyarakat kesukuan,seperti tari-tarian dan alat-alat musik yang banyak di
jumpai dalam kebudayaan daerah.
Contoh :
Dalam rangka
pembinaan kebudayaan nasional,kedudukan kebudayaan daerah itu menjadi penting.
Unsur kebudayaan
daerah yang harus terus dipelihara adalah sbb:
Cara yang dapat
ditempuh untuk mempererat persatuan bangsa melalui kebudayaan daerah ialah sbb:
Ø Pengiriman
misi-misi kebudayaan dan kesenian daerah dari satu tempat ke tempat lain.
Ø Pemuatan
artikel mengenai kebudayaan daerah dalam surat kabar dan majalah
Ø Pengenalan
langsung budaya-budaya daerah
Ø Seminar
tentang kebudayaan daerah, dll.
Kebudayaan daerah
adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat suku
tertentu. Kebudayaan satu daerah dengan daerah yang lain
berbeda-beda karena faktor-faktor seperti berikut.
- Adat istiadat
- Agama
- Kepercayaan
- Lingkungan alam
Kebudayaan daerah
dapat bertahan karena ikatan tradisi penduduknya secara turun menurun.
1.2.
Arah
kebijakan Bidang Sosial dan Budaya GBHN 1999
a.
Mengembangkan dan membina kebudayaan nasional bangsa
Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional
yang mengandung nilai-nilai universal termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat
dan membangun peradaban bangsa.
b.
Merumuskan nilai-nilai kebudayaan Indonesia, sehingga
mapmpu memberikan rujukan system nilai terhadap totalitas perilaku kehidupan
ekonomi, politik, hokum, dan kegiatan kebudayaan dalam rangka pengembangna
kebudayaan nasional dan peningkatan kualitas berbudaya masyarakat.
c.
Mengembangkan sikap kritis terhadap nilai-nilai budaya
dalam rangka memilah-milah nilai budaya yang kondusif dan serasi untuk
menghadapi tantangan pembangunan bangsa dimasa depan.
d.
Melestarikan apresiasi nilai kesenian dan kebudayaan
tradisional serta menggalakan dan memberdayakan sentra-sentra kesenian untuk
merangsang berkembangnya kesenian nasional yang lebih kreatif dan inovatif
sehingga menumbuhkan rasa kebanggaan nasional.
e.
Menjadikan kesenian dan kebudayaan tradisional Indonesia
sebagai wahana bagi pengembangan pariwisata nasional dan mempromosikannya ke
luar Negeri secara konsisten sehingga dapat menjadi wahana persahabatan
antarbangsa.
Melestarikan kebudayaan daerah dalam
rangka pembinaan kebudayaan nasional merupakan pengamalan Pancasila, khususnya
sila Persatuan Indonesia.(Drs. Saronji
Dahlan dkk. PPKN SMP3. Jakarta; Erlangga: 2003).
1.3. Pentingnya Budaya Bangsa
kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta,
yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Ada pendapat
lain mengatakan budaya berasal dari kata budi dan daya. Budi merupakan unsur
rohani, sedangkan daya adalah unsur jasmani manusia. Dengan demekian, budaya
merupakan hasil budi dan daya manusia.
Dalam arti sempit Kebudayaan ialah sebagai
hasil kegiatan batin untuk menciptakan sesuatu. Sedangkan dalam arti luas,
kebudayaan ialah hal-hal yang bersangkutan dengan akal dan budi,atau
keseluruhan gagasan dan karya manusia serta keseluruhan dari hasil budi dan
karyanya itu. Isi dari
kebudayaan itu secara umum adalah:
i.
Sistem
religi,
j.
Upacara-upacara
k.
Sistem
dan organisasi kemasyarakatan,
l.
Sistem
pengetahuan,
m. Bahasa,
n.
Kesenian,
o.
Sistem
mata pencaharian,
p.
Sistem
teknologi dan peralatan.
Di Indonesia diperkirakan terdapat
sekitar 300 ragam kebudayaan daerah yang tidak mungkin kita kaji wujudnya
seluruhnya. Namun sebagai ragam kebudayaan daerah itu dapat kita kategorikan
sbb;
a.
Wujud kebudayaan daerah sebagai suatu ide-ide,
nilai-nilai, norma-norma ataupun peraturan-peraturan. Misalnya:
1)
naskah pewayangan yang terdapat dijawa ditulis pada daun
lontar,
2)
di Minangkabau ada ”Tambo Alam Minangkabau” yang berisi
nilai-nilai, norma dan peraturan adat Minangkabau,
3)
di Bali ada ketentuan-ketentuan tentang sistem pengairan
yang disebut subak, dll.
b.
Wujud kebudayaan sebagai suatu aktivitas perilaku manusia
yang berpola dan terdapat dalam suatu masyarakat tertentu.
Misalnya:
Kesenian dalam
bentuk tari-tarian. Ada tari Jawa, Sunda, Bali, Irian, Kalimantan, Batak, Aceh,
Minangkabau, Sulawesi, Ambon, dll.
c.
Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Kebudayaan dalam bentuk ini sangat mudah di identifikasi karena sifatnya paling
konkrit.
Misalnya:
Perahu, Candi,
Kain batik, ukiran, perhiasan, pakaian adat, sepeda ontel, sepeda motor,
komputer,dll.
Keanekaragaman
budaya daerah merupakan sumber kebudayaan nasional walaupun berbeda-beda dalam
segala aspeknya, tetapi tetap merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh.
Sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Yang menjadi satu kesatuan dan
menjadi kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional ialah puncak-puncak kebudayaan
daerah, yang merupakan kepribadian bangsa.
Kebudayaan
Indonesia bisa di artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada
sebelum terbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu
adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia. Kebudayaan
Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi
oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan
kebudayaan Arab.
Berikut Contoh kebudayaan-kebudayaan yang ada di
Indonesia :


Reog
Ponorogo, dari Jawa Timur
Tari Pendet, dari Pulau Bali
Wayang Golek, dari Jawa
Barat Wayang Kulit, dari Jawa Tengah
![]() |
![]() |
Batik,
dari Jawa
NAMA-NAMA ALAT
MUSIK DAERAH
|
1
|
Alosu
|
:
|
Berupa
kotak anyaman daun kelapa, didalamnya berisi biji-biji - Dari Sulawesi
Selatan.
|
|
2
|
Anak Becing
|
:
|
Berupa dua
batang logam seperti pedayung – dari Sulawesi Selatan.
|
|
3
|
Angklung
|
:
|
Terbuat dari bambu – Dari Jawa Barat
|
|
4
|
Aramba
|
:
|
Bentuknya
seperti bende - Dari Pulau Nias.
|
|
5
|
Arumba
|
:
|
Terbuat dari Bambu - Dari daerah Sunda.
|
|
6
|
Atowo
|
:
|
Sejenis
genderang - Dari Papua.
|
|
7
|
Babun
|
:
|
Sejenis kendang - Dari Kalimantan Selatan.
|
|
8
|
Basa-basi
|
:
|
Sejenis
terompet dari bambu yang di pasang rangkap – Dari Sulawesi Selatan
|
|
9
|
Calung
|
:
|
Terbuat dari bambu - Dari daerah Sunda
|
|
10
|
Cungklik
|
:
|
Sejenis kulintang dari kayu -Dari Pulau Lombok
|
|
11
|
Dog-dog
|
:
|
Sejenis genderang - Dari Jawa Barat.
|
|
12
|
Doli-doli
|
:
|
Berupa
empat bilah kayu lunak - Dari Pulau Nias
|
|
13
|
Druri Dana
|
:
|
Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala - Dari
Pulau Nias.
|
|
14
|
Faritia
|
:
|
Aramba kecil – Dari Pulau Nias
|
|
15
|
Floit
|
:
|
Seruling
bamhu- Dari daerah Maluku
|
|
16
|
Foi Mere
|
:
|
Sejenis
seruling-Dari Pulau
|
|
17
|
Gamelan
|
:
|
Seperangkat alat musik - Dari daerah Bali
|
|
18
|
Gamelan
Jawa
|
:
|
Seperangkat alat musik -Dari Jawa tengah
|
|
19
|
Gamelan
Sunda
|
:
|
Seperangkat alat musik - Dari Daerah Sunda
|
|
20
|
Garantung
|
:
|
Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung – Dari
Tapanuli.
|
|
21
|
Gerdek
|
:
|
Seruling tempurung – Dari daerah Kalimantan.
|
|
22
|
Gonrang
|
:
|
Sejenis kendang – Dari daerah Simalungun.
|
|
23
|
Hapetan
|
:
|
Sejenis
kacapi – Dari Tapanuli
|
|
24
|
Kecapi
|
:
|
Gitar kecil
dengan dua dawai – terdapat di seluruh Nusantara
|
|
25
|
Keloko
|
:
|
Terompet
kulit kerang - Dari Doro Fores Timur
|
|
26
|
Kere-kere
Galang
|
:
|
Sejeris rebab - Dari daerah Goa.
|
|
27
|
Keso-keso
|
:
|
Sejenis
seruling - Dari daerah
|
|
28
|
Kinu
|
:
|
Sejenis
seruling - Dari Pulau Roti.
|
|
29
|
Keledi
|
:
|
Alat musik tiup – Dari Kalimantan.
|
|
30
|
Kolintang
|
:
|
Berupa
bilah-bilah kayu yang disusun di atas kotak kayu - Dari Minahasa.
|
|
31
|
Lembang
|
:
|
Sending
panjang - Dari daerah Toraja.
|
|
32
|
Nafiri
|
:
|
Alat musik tiup - Dari Maluku.
|
|
33
|
Popondi
|
:
|
Alat musik petik - Dari Toraja, Sulawesi Selatan.
|
|
34
|
Rehab
|
:
|
Alat musik
gesek - Dari Jawa Barat.
|
|
35
|
Sampek
|
:
|
Sejenis gitar – Dari Dayak Kalimantan.
|
|
36
|
Sasando
|
:
|
Alat musik
petik -Dari Nusa Tenggara Timor.
|
|
37
|
Seluang
|
:
|
Seruling
bambu - Dari Minangkabau
|
|
38
|
Serunai
|
:
|
Alat musik tiup - Dari Sumatra.
|
|
39
|
Siter/Celempung
|
:
|
Alat music petik – Dari Jateng, dan Jabar
|
|
40
|
Talindo
|
:
|
Alat musik
petik - DariSulawesi.
|
|
41
|
Talempong
Pacik
|
:
|
Alat musik pukul seperti gong kecil - Dari
Sumbar,
|
|
42
|
Tifa
|
:
|
Genderang
kecil - Dari Maluku atau Papua
|
|
43
|
Totobuang
|
:
|
Sejenis
talempong - Dari Maluku.
|
NAMA-NAMA SENI
PERTUNJUKAN/TEATER RAKYAT.
|
1
|
Banjet
|
:
|
Pertunjukan
rakyat di daerah Jawa Barat bagian utara.
|
|
2
|
Kethoprak
|
:
|
Hidup di
daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dari sejarah atau babad zaman raja-raja
dahulu.
|
|
3
|
Laes/rintren
|
:
|
Permainan
rakyat yang mengandung unsur kegaiban di daerah Jawa Tengah.
|
|
4
|
Lengguk
|
:
|
Seperti rudat, di daerah Jawa Tengah.
|
|
5
|
Lenong
|
:
|
Seperti ludruk, hidup di daerah Jakarta.
|
|
6
|
Ludruk
|
:
|
Hidup di
daerah Jawa Timur, ceritanya merupakan kejadian sehari-hari atau mengambil
tokoh-tokoh tertentu.
|
|
7
|
Makyong
|
:
|
Pertunjukan
rakyat di daerah Riau, pelakunya memakai topeng dan kuku buatan yang panjan.
|
|
8
|
Mamanda
|
:
|
Pertunjukan
rakyat di daerah
|
|
9
|
Opak Alang
|
:
|
Kethoprak
yang diiringi rebana, di Java Tengah bagian Utara.
|
|
10
|
Randai
|
:
|
Nyanyian
yang disertai gerak tari dan silat dari daerah Sumatra Barat.
|
|
11
|
Reog
|
:
|
Dari daerah
Ponorogo, Jawa Timur. Permainannya memakai topeng kepala macan. Di
hiasi bulu-bulu merak, sering disertai dengan kuda kepang.
|
|
12
|
Rudat
|
:
|
Seni tari
dan nyanyian yang diiringi bana, di daerah Jawa Barat. Lagu-lagunya berisi
ajaran agama Istam.
|
|
13
|
Srandul
|
:
|
Seperti
ketoprak, tetapi tebih sederhana, cukup dimainkan di halaman rumah, hidup di
daerah Jawa Tengah.
|
|
14
|
Tarling
|
:
|
Seperti
ludruk yang hidup di daerah
|
|
15
|
Wayang
Golek
|
:
|
Hidup di
daerah Jawa Tengah, dimainkan oleh seorang dalang.
|
|
16
|
Wayang
Kulit
|
:
|
Hidup di
daerah Jawa Tengah dimainkan oleh seorang dalang
|
|
17
|
Wayang
orang
|
:
|
Hidup di
daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dan Mahabarata atau Ramayana.
|
PENUTUP
1. Kesimpulan
kebudayaan ialah hal-hal yang
bersangkutan dengan akal dan budi,atau keseluruhan gagasan dan karya manusia
serta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu.
Keanekaragaman budaya daerah merupakan
sumber kebudayaan nasional walaupun berbeda-beda dalam segala aspeknya, tetapi
tetap merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh.
Melestarikan
kebudayaan daerah dalam rangka pembinaan kebudayaan nasional merupakan
pengamalan Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia
Kebudayaan
Indonesia bisa di
artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia , yang
termasuk kebudayaan Indonesia
itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia .
Kebudayaan Indonesia
walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh
kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan
kebudayaan Arab.
2. Kritik dan Saran
Berkenaan dengan banyaknya
Kebudayaan Negara kita yang di klaim oleh Negara tetangga, yang begitu jeli
memanfaatkan situasi dimana sebagian besar rakyat Indonesia sudah tidak begitu
memperhatikan kebudayaannya sendiri. Situasi dimana rakyat Indonesia lebih
bangga jika menggunakan yg berbau luar dan asing. Situasi dimana,
kebudayaan-kebudayaan tersebut sudah jarang dan hampir punah mungkin dari bumi
pertiwi, dikarenakan hanya sedikit orang yg mau tetap melestarikannya.
Untuk itu seharusnya Pemerintah
pusat dan Pemerintah Daerah harus lebih teliti lagi mengenal Budaya sendiri dan
sudah saatnya kebudayaan Nasional kita harus diPatenkan. Dengan membuat daftar
Nama kebudayaan yang ada di
Daerah-daerah akan lebih baik jika sudah terdaftar, dan akan memudahkan Negara
untuk mengakui bahwa itu adalah Kebudayaan milik Bangsa Indonesia ,
apabila ada salah satu kebudayaan kita yang di klaim oleh Negara lain lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Saronji Dahlan dkk. 2003. PPKN SMP3. Jakarta: Erlangga.
Bambang Suteng. S. dkk. 2000. PPKN SMU3. Salatiga:
Erlangga
Herimanto. dkk. 2008. Ilmu sosial dan Budaya dasar. Solo:
Bumi Aksara
Koentjaraningrat. 1990. Pengantar ilmu Antropologi.
Jakarta: Rineka Cipta
Bambang S. Mintargo. 1993. Manusia dan nilai Budaya.
Jakarta: Universitas
Trisakti.
http: www.wikipedia.or.id
Tentang Penulis
Siska Ismayani, Lahir di Cirebon tanggal 7 Maret
1991.
Ia tinggal di Jl. Sunan
Gunung Jati Desa Mertasinga Blok Kertasari No. 084 Rt/Rw 02/04. Kec. Gunung
Jati Kab. Cirebon. Ia melanjutkan ke Universitas Swadaya Gunung Jati Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program studi Ekonomi Akuntansi, pada tahun 2009.
Ia lulusan dari
SMK Veteran Cirebon tahun 2009, SMPN 1 Gunung Jati tahun 2006, dan SDN 1
Mertasinga tahun 2003.
Di Kampus ia aktif di berbagai
Organisasi diantaranya HIMAPEMI (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi). Aktif
di Lembaga Dakwah Kampus IMMNI (Ikatan Mahasiswa Masjid Nurul Ilmi), dan aktif
di KAMMI (Komunitas Mahasiswa Muslim Indonesia).
Tentang Penulis
![]() |
Ummus Salimah, Lahir di Indramayu tanggal 26 Juli
1989. Ia tinggal di Desa
Cadang Pinggan Blok Masjid Rt/Rw 01/01 Kec. Sukagumiwang Kab. Indramayu. Ia
melanjutkan ke Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI).
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Program Studi Ekonomi Akuntansi. Lulusan dari MA SALAFIYAH Kanggraksan Cirebon
tahun 2008.
MTS Kertasemaya tahun 2005 dan SD
Cadang Pinggan 1 pada tahun 2002. Di Kampus ia aktif di organisasi HIMAPEMI
(Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi).
Tentang
penulis
Khodijah, lahir di
Ia tinggal di di
Ds.sumber kidul Blok 01 Rt/Rw 04/01 kec.babakan kab.cirebon.
Ia melanjutkan ke
universitas swadaya gunung jati(UNSWAGATI).
Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan program ekonomi akuntansi
Lulusan dari SMA
Negeri 1 babakan-cirebon tahun 2009.
MTS Negeri 1
babakan-cirebon tahun 2006 dan SD Negeri 1 sumber kidul pada tahun 2003. Di
kampus ia aktif di organisasi HIMAPEMI(Himpunan Mahasiswa pendidikan ekonomi).



sama-sama
BalasHapus