Minggu, 27 Mei 2012

Jurnal Ilmiah Kebudayaan Nasional


“Keanekaragaman Budaya Daerah yang Merupakan Unsur Kebudayaan Nasional”

Jurnal ilmiah ini diajukan untuk memenuhi Tugas mata pelajaran
”Pendidikan Pancasila”
Dosen : Drs. IMAM SYAFEI, M.si



Disusun Oleh :

*      Siska Ismayani   ( 109080021 )
*      Ummus Salimah ( 109080064 )
*      Khodijah             ( 109080130 )



Kelas             : 1A
Jurusan                   : Pendidikan Ekonomi


PROGRAM STUDI EKONOMI AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
2009


SINOPSIS



Betapa luasnya daerah kepulauan Indonesia. jarak yang berjauhan serta keadaan yang terpisah-pisah oleh lautan,memungkinkan adanya perbedaan adat istiadat serta kebudayaan antara satu daerah dan daerah yang berbeda.ada keanekaragaman budaya di negeri kita. Tetapi dengan perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan social dan budaya,masyarakat Indonesia adalah satu.

Corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya seluruhnya. Hasil-hasilnya harus dapat di nikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.

Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuaan adab,budaya,dan persatuan,dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri,serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Keanekaragaman budaya daerah merupakan sumber kebudayaan nasional walaupun berbeda-beda dalam segala aspeknya, tetapi tetap merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Yang menjadi satu kesatuan dan menjadi kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional ialah puncak-puncak kebudayaan daerah, yang merupakan kepribadian bangsa.

Isi dari kebudayaan itu secara umum adalah:
a.    Sistem religi,
b.    Upacara-upacara
c.    Sistem dan organisasi kemasyarakatan,
d.    Sistem pengetahuan,
e.    Bahasa,
f.     Kesenian,
g.    Sistem mata pencaharian,
h.    Sistem teknologi dan peralatan.





PENDAHULUAN


1. Latar belakang

Negara kita terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil,yang di diami berbagai suku yang hidup dalam lingkungan kebudayaan daerahnya masing-masing. Mereka tertindak dalam masyarakat menurut adat yang turun temurun. Adat tersebut telah menjadi norma-norma dalam kehidupannya. Itu semua menunjukan keanekaragaman budaya.
 Kebudayaan yang beraneka ragam itu tidak perlu kita pertentangkan karena kebudayaan yang berbeda-beda itu adalah kekayaan bangsa kita.
Itu pula di sebabkan dalam kehidupan sehari-hari kita tidak boleh menonjolkan suku bangsa kita sendiri. Jika hal itu terjadi, kita akan menghanjurkan diri kita sendiri serta persatuan dan kesatuan bangsa
Kebudayaan Indonesia bisa di artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab.Corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya seluruhnya. Hasil-hasilnya harus dapat di nikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat suku tertentu. Kebudayaan satu daerah dengan daerah yang lain berbeda-beda karena faktor-faktor seperti berikut.
  • Adat istiadat
  • Agama
  • Kepercayaan
  • Lingkungan alam
Kebudayaan daerah dapat bertahan karena ikatan tradisi penduduknya secara turun menurun.

2. Latar Belakang Masalah
Negara tetangga kembali berulah dengan melakukan klaim terhadap kebudayaan kita lagi. Kali ini yg menjadi sasaran adalah tari pendet asal Bali. Mereka menggunakannya untuk iklan pariwisata malaysia. Setelah mereka “mengirim” teroris ke Indonesia, sekarang mereka mau “mencuri” kebudayaan Indonesia.(. Mereka begitu jeli memanfaatkan situasi dimana sebagian besar rakyat Indonesia sudah tidak begitu memperhatikan kebudayaannya sendiri. Situasi dimana rakyat Indonesia lebih bangga jika menggunakan yg berbau luar dan asing. Situasi dimana, kebudayaan-kebudayaan tersebut sudah jarang dan hampir punah mungkin dari bumi pertiwi, dikarenakan hanya sedikit orang yg mau tetap melestarikannya. Saya masih ingat, ketika kecil kita sering bermain kuda lumping, dakon, gobak sodor dll. Tapi sekarang, anak-anak lebih suka dengan Play Station, bermain ke Time Zone, nonton TV acara-acara yg ngga bermutu. Media televisi, juga dengan latahnya mengikuti trend ini. Praktis, mungkin hanya TVRI yg cukup konsisten menayangkan acara budaya2 Indonesia, disamping TV-tv lokal tentunya. Dan itupun pemirsanya cuman sedikit.
Ini menjadi cambuk bagi kita untuk instropeksi, disamping memang ulah negara sebelah yg kelewat batas. Ada puluhan budaya yg telah diklaim oleh negara sebelah. Dan berikut ini daftarnya :
1. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
2. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
5. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
6. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
7. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
8. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
9. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
10. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
11. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia


15. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
16. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
17. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
18. Kain Ulos oleh Malaysia
19. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
20. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
21. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia

































Keanekaragaman Budaya Daerah yang Merupakan Unsur
Kebudayaan Nasional


1.1.        Pengertian

o   Kesadaran adalah keinginan melaksanakan suatu pekerjaan yang bersumber dari hati nurani sendiri tanpa paksaan.
o   Kesadaran untuk melestarikan kebudayaan berarti ikut melestarikan kebudayaan nasional secara sukarela tanpa adanya paksaan dari siapapun.

      Landasan

§  Pasal 28 I ayat (3)UUD 1945
Identitas budaya dan hak masyarakat dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban

§  Pasal 32 UUD 1945
(1)  Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
(2)  Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Betapa luasnya daerah kepulauan Indonesia.jarak yang berjauhan serta keadaan yang terpisah-pisah oleh lautan,memungkinkan adanya perbedaan adat istiadat serta kebudayaan antara satu daerah dan daerah yang berbeda.ada keanekaragaman budaya di negeri kita. Tetapi dengan perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan social dan budaya,masyarakat Indonesia adalah satu.

Corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya seluruhnya. Hasil-hasilnya harus dapat di nikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.

Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuaan adab,budaya,dan persatuan,dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri,serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

  1. Suku-suku dan kebudayaan daerah

Negara kita terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil,yang di diami berbagai suku yang hidup dalam lingkungan kebudayaan daerahnya masing-masing. Mereka tertindak dalam masyarakat menurut adat yang turun temurun. Adat tersebut telah menjadi norma-norma dalam kehidupannya. Itu semua menunjukan keanekaragaman budaya.
 Kebudayaan yang beraneka ragam itu tidak perlu kita pertentangkan karena kebudayaan yang berbeda-beda itu adalah kekayaan bangsa kita.
Itu pula di sebabkan dalam kehidupan sehari-hari kita tidak boleh menonjolkan suku bangsa kita sendiri. Jika hal itu terjadi, kita akan menghanjurkan diri kita sendiri serta persatuan dan kesatuan bangsa.

  1. Unsur Kebudayaan Daerah yang Harus Dipelihara

Salah satu ciri budaya daerah yang penting adalah unsur tradisi yang berakar pada kehidupan masyarakat kesukuan,seperti tari-tarian dan alat-alat musik yang banyak di jumpai dalam kebudayaan daerah.
Contoh :
*    tari seudati dari aceh,yang di lakukan oleh para penari laki-laki menggambarkan corak kepahlawanan.
*    Tari patenung dari sulawesi, tari ini mengungkapkan suasana pedesaan dengan seni tenunnya.
*    Musi degung dari sunda mengungkapkan kecantikan alam pegunungan dengan hutan-hutan lebat.kecapinya menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan.
*    Seni musik,seni tari,dan lainya banyak di hasilkan oleh masyakat kesukuan,yang kemudian di kenal sebagai kesenian daerah.
Dalam rangka pembinaan kebudayaan nasional,kedudukan kebudayaan daerah itu menjadi penting.

Unsur kebudayaan daerah yang harus terus dipelihara adalah sbb:
*      Yang dapat memupuk rasa ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
*      Yang menanamkan jiwa perikemanusiaan
*      Yang meningkatkan rasa cinta keadilan
*      Yang memperkuat rasa persatuan
*      Yang mendidik agar mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan diri sendiri
*      Yang menumbuhkan sifat-sifat lain yang meningkatkan taraf kehidupan jasmani dan rohani

Cara yang dapat ditempuh untuk mempererat persatuan bangsa melalui kebudayaan daerah ialah sbb:
Ø  Pengiriman misi-misi kebudayaan dan kesenian daerah dari satu tempat ke tempat lain.
Ø  Pemuatan artikel mengenai kebudayaan daerah dalam surat kabar dan majalah
Ø  Pengenalan langsung budaya-budaya daerah
Ø  Seminar tentang kebudayaan daerah, dll.

Kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang dalam suatu masyarakat suku tertentu. Kebudayaan satu daerah dengan daerah yang lain berbeda-beda karena faktor-faktor seperti berikut.
  • Adat istiadat
  • Agama
  • Kepercayaan
  • Lingkungan alam
Kebudayaan daerah dapat bertahan karena ikatan tradisi penduduknya secara turun menurun.

1.2.        Arah kebijakan Bidang Sosial dan Budaya GBHN 1999

a.    Mengembangkan dan membina kebudayaan nasional bangsa Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan membangun peradaban bangsa.

b.    Merumuskan nilai-nilai kebudayaan Indonesia, sehingga mapmpu memberikan rujukan system nilai terhadap totalitas perilaku kehidupan ekonomi, politik, hokum, dan kegiatan kebudayaan dalam rangka pengembangna kebudayaan nasional dan peningkatan kualitas berbudaya masyarakat.


c.    Mengembangkan sikap kritis terhadap nilai-nilai budaya dalam rangka memilah-milah nilai budaya yang kondusif dan serasi untuk menghadapi tantangan pembangunan bangsa dimasa depan.

d.    Melestarikan apresiasi nilai kesenian dan kebudayaan tradisional serta menggalakan dan memberdayakan sentra-sentra kesenian untuk merangsang berkembangnya kesenian nasional yang lebih kreatif dan inovatif sehingga menumbuhkan rasa kebanggaan nasional.


e.    Menjadikan kesenian dan kebudayaan tradisional Indonesia sebagai wahana bagi pengembangan pariwisata nasional dan mempromosikannya ke luar Negeri secara konsisten sehingga dapat menjadi wahana persahabatan antarbangsa.

      Melestarikan kebudayaan daerah dalam rangka pembinaan kebudayaan nasional merupakan pengamalan Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia.(Drs. Saronji Dahlan dkk. PPKN SMP3. Jakarta; Erlangga: 2003).

1.3. Pentingnya Budaya Bangsa

     kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta, yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Ada pendapat lain mengatakan budaya berasal dari kata budi dan daya. Budi merupakan unsur rohani, sedangkan daya adalah unsur jasmani manusia. Dengan demekian, budaya merupakan hasil budi dan daya manusia.

      Dalam arti sempit Kebudayaan ialah sebagai hasil kegiatan batin untuk menciptakan sesuatu. Sedangkan dalam arti luas, kebudayaan ialah hal-hal yang bersangkutan dengan akal dan budi,atau keseluruhan gagasan dan karya manusia serta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu. Isi dari kebudayaan itu secara umum adalah:
i.      Sistem religi,
j.      Upacara-upacara
k.    Sistem dan organisasi kemasyarakatan,
l.      Sistem pengetahuan,
m.  Bahasa,
n.    Kesenian,
o.    Sistem mata pencaharian,
p.    Sistem teknologi dan peralatan.


Di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 300 ragam kebudayaan daerah yang tidak mungkin kita kaji wujudnya seluruhnya. Namun sebagai ragam kebudayaan daerah itu dapat kita kategorikan sbb;

a.    Wujud kebudayaan daerah sebagai suatu ide-ide, nilai-nilai, norma-norma ataupun peraturan-peraturan. Misalnya:
1)    naskah pewayangan yang terdapat dijawa ditulis pada daun lontar,
2)    di Minangkabau ada ”Tambo Alam Minangkabau” yang berisi nilai-nilai, norma dan peraturan adat Minangkabau,
3)    di Bali ada ketentuan-ketentuan tentang sistem pengairan yang disebut subak, dll.
b.    Wujud kebudayaan sebagai suatu aktivitas perilaku manusia yang berpola dan terdapat dalam suatu masyarakat tertentu.
Misalnya:
Kesenian dalam bentuk tari-tarian. Ada tari Jawa, Sunda, Bali, Irian, Kalimantan, Batak, Aceh, Minangkabau, Sulawesi, Ambon, dll.
c.    Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Kebudayaan dalam bentuk ini sangat mudah di identifikasi karena sifatnya paling konkrit.
Misalnya:
Perahu, Candi, Kain batik, ukiran, perhiasan, pakaian adat, sepeda ontel, sepeda motor, komputer,dll.

Keanekaragaman budaya daerah merupakan sumber kebudayaan nasional walaupun berbeda-beda dalam segala aspeknya, tetapi tetap merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh. Sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Yang menjadi satu kesatuan dan menjadi kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional ialah puncak-puncak kebudayaan daerah, yang merupakan kepribadian bangsa.
Kebudayaan Indonesia bisa di artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab.
Berikut Contoh kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia :
                                     



Reog Ponorogo, dari Jawa Timur                 Tari Pendet, dari Pulau Bali



Wayang Golek, dari Jawa Barat           Wayang Kulit, dari Jawa Tengah



 





                                             Batik, dari Jawa



NAMA-NAMA ALAT MUSIK DAERAH

1
Alosu
:
Berupa kotak anyaman daun kelapa, didalamnya berisi biji-biji - Dari Sulawesi Selatan.
2
Anak Becing
:
Berupa dua batang logam seperti pedayung – dari Sulawesi Selatan.
3
Angklung
:
Terbuat dari bambu – Dari Jawa Barat
4
Aramba
:
Bentuknya seperti bende - Dari Pulau Nias.
5
Arumba
:
Terbuat dari Bambu - Dari daerah Sunda.
6
Atowo
:
Sejenis genderang - Dari Papua.
7
Babun
:
Sejenis kendang - Dari Kalimantan Selatan.
8
Basa-basi
:
Sejenis terompet dari bambu yang di pasang rangkap – Dari  Sulawesi Selatan
9
Calung 
:
Terbuat dari bambu - Dari daerah Sunda
10
Cungklik
:
Sejenis kulintang dari kayu -Dari Pulau Lombok
11
Dog-dog
:
Sejenis genderang - Dari Jawa Barat.
12
Doli-doli
:
Berupa empat bilah kayu lunak - Dari Pulau Nias
13
Druri Dana
:
Berupa bambu yang dikerat seperti garpu penala - Dari Pulau Nias.
14
Faritia
:
Aramba kecil – Dari Pulau Nias
15
Floit
:
Seruling bamhu- Dari daerah Maluku
16
Foi Mere
:
Sejenis seruling-Dari Pulau Flores
17
Gamelan Bali
:
Seperangkat alat musik - Dari daerah Bali 
18
Gamelan Jawa
:
Seperangkat alat musik -Dari Jawa tengah
19
Gamelan Sunda 
:
Seperangkat alat musik - Dari Daerah Sunda
20
Garantung
:
Berupa biulah-bilah kayu yang di gantung – Dari Tapanuli.
21
Gerdek
:
Seruling tempurung – Dari daerah Kalimantan.
22
Gonrang
:
Sejenis kendang – Dari daerah Simalungun.
23
Hapetan
:
Sejenis kacapi – Dari Tapanuli
24
Kecapi
:
Gitar kecil dengan dua dawai – terdapat di seluruh Nusantara
25
Keloko
:
Terompet kulit kerang - Dari Doro Fores Timur
26
Kere-kere Galang
:
Sejeris rebab - Dari daerah Goa.
27
Keso-keso
:
Sejenis seruling - Dari daerah Goa.
28
Kinu
:
Sejenis seruling - Dari Pulau Roti.
29
Keledi
:
Alat musik tiup – Dari Kalimantan.
30
Kolintang
:
Berupa bilah-bilah kayu yang disusun di atas kotak kayu - Dari Minahasa.
31
Lembang
:
Sending panjang - Dari daerah Toraja.
32
Nafiri
:
Alat musik tiup - Dari Maluku.
33
Popondi 
:
Alat musik petik - Dari Toraja, Sulawesi Selatan.
34
Rehab
:
Alat musik gesek - Dari Jawa Barat.
35
Sampek 
:
Sejenis gitar – Dari Dayak Kalimantan.
36
Sasando
:
Alat musik petik -Dari Nusa Tenggara Timor.
37
Seluang 
:
Seruling bambu - Dari Minangkabau
38
Serunai
:
Alat musik tiup - Dari Sumatra.
39
Siter/Celempung 
:
Alat music petik – Dari Jateng, dan Jabar
40
Talindo
:
Alat musik petik - DariSulawesi.
41
Talempong  Pacik 
:
Alat musik pukul seperti gong kecil - Dari Sumbar, 
42
Tifa
:
Genderang kecil - Dari Maluku atau Papua
43
Totobuang
:
Sejenis talempong - Dari Maluku. 


NAMA-NAMA SENI PERTUNJUKAN/TEATER RAKYAT.

1
Banjet 
:
Pertunjukan rakyat di daerah Jawa Barat bagian utara.
2
Kethoprak
:
Hidup di daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dari sejarah atau babad zaman raja-raja dahulu.
3
Laes/rintren
:
Permainan rakyat yang mengandung unsur kegaiban di daerah Jawa Tengah.
4
Lengguk
:
Seperti rudat, di daerah Jawa Tengah.
5
Lenong 
:
Seperti ludruk, hidup di daerah Jakarta.
6
Ludruk 
:
Hidup di daerah Jawa Timur, ceritanya merupakan kejadian sehari-hari atau mengambil tokoh-tokoh tertentu.
7
Makyong 
:
Pertunjukan rakyat di daerah Riau, pelakunya memakai topeng dan kuku buatan yang panjan.
8
Mamanda 
:
Pertunjukan rakyat di daerah Kalimantan. lebih hanyak bersifat komedi.
9
Opak Alang
:
Kethoprak yang diiringi rebana, di Java Tengah bagian Utara.
10
Randai 
:
Nyanyian yang disertai gerak tari dan silat dari daerah Sumatra Barat.
11
Reog 
:
Dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Permainannya memakai topeng kepala macan. Di hiasi bulu-bulu merak, sering disertai dengan kuda kepang.
12
Rudat
:
Seni tari dan nyanyian yang diiringi bana, di daerah Jawa Barat. Lagu-lagunya berisi ajaran agama Istam.
13
Srandul 
:
Seperti ketoprak, tetapi tebih sederhana, cukup dimainkan di halaman rumah, hidup di daerah Jawa Tengah.
14
Tarling 
:
Seperti ludruk yang hidup di daerah Cirebon, Jawa Barat.
15
Wayang Golek 
:
Hidup di daerah Jawa Tengah, dimainkan oleh seorang dalang.
16
Wayang Kulit  
:
Hidup di daerah Jawa Tengah dimainkan oleh seorang dalang
17
Wayang orang 
:
Hidup di daerah Jawa Tengah, ceritanya diambil dan Mahabarata atau Ramayana.
























PENUTUP


1. Kesimpulan

kebudayaan ialah hal-hal yang bersangkutan dengan akal dan budi,atau keseluruhan gagasan dan karya manusia serta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu.
Keanekaragaman budaya daerah merupakan sumber kebudayaan nasional walaupun berbeda-beda dalam segala aspeknya, tetapi tetap merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh.
Melestarikan kebudayaan daerah dalam rangka pembinaan kebudayaan nasional merupakan pengamalan Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia
Kebudayaan Indonesia bisa di artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada sebelum terbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruh kebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab.


2. Kritik dan Saran

            Berkenaan dengan banyaknya Kebudayaan Negara kita yang di klaim oleh Negara tetangga, yang begitu jeli memanfaatkan situasi dimana sebagian besar rakyat Indonesia sudah tidak begitu memperhatikan kebudayaannya sendiri. Situasi dimana rakyat Indonesia lebih bangga jika menggunakan yg berbau luar dan asing. Situasi dimana, kebudayaan-kebudayaan tersebut sudah jarang dan hampir punah mungkin dari bumi pertiwi, dikarenakan hanya sedikit orang yg mau tetap melestarikannya.
           
            Untuk itu seharusnya Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah harus lebih teliti lagi mengenal Budaya sendiri dan sudah saatnya kebudayaan Nasional kita harus diPatenkan. Dengan membuat daftar Nama kebudayaan  yang ada di Daerah-daerah akan lebih baik jika sudah terdaftar, dan akan memudahkan Negara untuk mengakui bahwa itu adalah Kebudayaan milik Bangsa Indonesia, apabila ada salah satu kebudayaan kita yang di klaim oleh Negara lain lagi.

           




DAFTAR PUSTAKA


Saronji Dahlan dkk. 2003. PPKN SMP3. Jakarta: Erlangga.

Bambang Suteng. S. dkk. 2000. PPKN SMU3. Salatiga: Erlangga

Herimanto. dkk. 2008. Ilmu sosial dan Budaya dasar. Solo: Bumi Aksara

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

Bambang S. Mintargo. 1993. Manusia dan nilai Budaya. Jakarta: Universitas
Trisakti.




























Tentang Penulis





Siska Ismayani, Lahir di Cirebon tanggal 7 Maret 1991.
Ia tinggal di Jl. Sunan Gunung Jati Desa Mertasinga Blok Kertasari No. 084 Rt/Rw 02/04. Kec. Gunung Jati Kab. Cirebon. Ia melanjutkan ke Universitas Swadaya Gunung Jati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program studi Ekonomi Akuntansi, pada tahun 2009.
Ia lulusan dari SMK Veteran Cirebon tahun 2009, SMPN 1 Gunung Jati tahun 2006, dan SDN 1 Mertasinga tahun 2003.
Di Kampus ia aktif di berbagai Organisasi diantaranya HIMAPEMI (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi). Aktif di Lembaga Dakwah Kampus IMMNI (Ikatan Mahasiswa Masjid Nurul Ilmi), dan aktif di KAMMI (Komunitas Mahasiswa Muslim Indonesia).



























Tentang Penulis



 

Ummus Salimah, Lahir di Indramayu tanggal 26 Juli 1989. Ia tinggal di Desa Cadang Pinggan Blok Masjid Rt/Rw 01/01 Kec. Sukagumiwang Kab. Indramayu. Ia melanjutkan ke Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI).
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Ekonomi Akuntansi. Lulusan dari MA SALAFIYAH Kanggraksan Cirebon tahun 2008.
MTS Kertasemaya tahun 2005 dan SD Cadang Pinggan 1 pada tahun 2002. Di Kampus ia aktif di organisasi HIMAPEMI (Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi).


























Tentang penulis




Khodijah, lahir di cirebon tanggal 10 agustus 1990.
Ia tinggal di di Ds.sumber kidul Blok 01 Rt/Rw 04/01 kec.babakan kab.cirebon.
Ia melanjutkan ke universitas swadaya gunung jati(UNSWAGATI).
Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan program ekonomi akuntansi

Lulusan dari SMA Negeri 1 babakan-cirebon tahun 2009.
MTS Negeri 1 babakan-cirebon tahun 2006 dan SD Negeri 1 sumber kidul pada tahun 2003. Di kampus ia aktif di organisasi HIMAPEMI(Himpunan Mahasiswa pendidikan ekonomi).





1 komentar: