BAB. VII
KALKULASI HARGA POKOK PRODUK SAMPINGAN
DAN PRODUK BERSAMA
Pada
umumnya setiap perusahaan industry akan menghasilkan lebih dari satu jenis
produk. Produk yang memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan dan menjadi
tujuan utama perusahaan merupakan produk utama (prime product), sedangkan
produk yang tidak terelakkan untuk dihasilkan dan tidak menjadi tujuan utama
perusahaan dapat dikategorikan menjadi dua macam ;
1. Produk
yang tidak mempunyai nilai ekonomis, sehingga tidak dapat dijual. Produ ini
dikenal dengan istilah limbah industry (waste)
2. Produk
yang mempunyai nilai ekonomis berapapun besarnya, apakah akan menjadi bahan
baku produk lain, atau dijual langsung kepasaran. Produk ini dapat
dikategorikan produk samping (by-product)
Apabila
beberapa jenis produk dihasilkan dari satu kali proses produksi dengan biaya produksi yang sama, maka produk
utama ini disebut produk bersama (joint product), sedangkan jika hanya
menggunakan fasilitas yang sama, namun
dengan bahan baku yang berbeda untuk menghasilkan berbagai jenis produk utama,
maka produk ini disebut produk sekutu (co-product).
Sifat Produk Sampingan
1. Nilai
jualnya relative lebih rendah dari produk lain yang dihasilkan bersamanya
sebagai produk utama apabila dapat dijual
2. Produk
sampingan merupakan produk yang bukan tujuan utama usaha perusahaan
3. Jika
tidak laku dijual, produk sampingan dikategorikan sebagai limbah industry
Contoh
produk sampingan :
a. Serbuk
kayu dalam industry penggergajian kayu
b. Dedak
dalam penggilingan padi
c. Ampas
dalam industry gula pasir
d. Bungkil
dalam industry minyak goring dari kacang tanah
Sifat Produk Bersama
1. Dihasilkan
dari biaya produk yang sama
2. Dihasilkan
dalam satu kali proses produksi
3. Pada
umumnya merupakan produk yang menjadi tujuan utama usaha perusahaan
4. Produk-produk
tersebut mempunyai nilai ekonomis yang relative seimbang sesuai dengan
kualitasnya
5. Tidak
dapat dinyatakan sebagai limbah industry apabila produk tersebut tidak laku
dijual
Contoh
produk bersama :
a. Pabrik
gula pasir yang menghasilkan beberapa jenis gula dari segi kualitas kadar gula
maupun bentuknya.
b. Penggilingan
padi menghasilkan beras dan menir.
c. Eksploitasi
minyak menghasilkan minyak bensin, solar, minyak tanah, dll.
Sifat Produk Gabungan
1. Nilainya
relative sama
2. Merupakan
produk utama sebagai tujuan usaha perusahaan.
3. Dihasilkan
dari bahan baku yang berbeda, namun dengan fasilitas yang sama.
Contoh
produk sampingan :
a. Industri furniture dengan menghasilkan meja, almari,
tempat tidur, dll.
b. Indusrti
penggergajian kayu menghasilkan papan dan balok dari jenis kayu yang berbeda.
c. Percetakan
dan penerbitan menghasilkan berbagai barang cetakan dari bahan yang berbeda dan
buku-buku dari terbitan yang berbeda.
Menentukan Harga Pokok Produk Sampingan
1. Produk
sampingan akan menimbulkan masalah dalam akuntansi apabila dinyatakan telah
dijual atau digunakan sebagai bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi
produk lain.
Hasil
penjualan produk sampingan dapat diberlakukan dengan cara-cara berikut:
Cara
1: Hasil penjualan produk sampingan dapat diberlakukan dengan salah satu cara
sbb :
a. Sebagai
pendapatan lain-lain
b. Penambah
hasil penjualan produk utama
c. Pengurang
harga pokok penjualan produk utama
d. Pengurang
harga pokok produk utama
Perlakuan
tsb apabila perusahaan menganggap ;
a. Produk
sampingan dijual tanpa memerlukan proses lebih lanjut.
b. Produk
sampingan tidak memerlukan biaya penjualan dan biaya administrasi secara khusus
c. Nilainya
relatife kecil.
Cara
2: pendapatan bersih dari hasil penjualan, ( hasil penjualan dikurangi dengan
biaya produksi setelah titik pisah, biaya penjualan dan biaya administrasi)
diperlakukan sebagaimana cara-cara pada cara 1. Perlakuan ini diterapkan apabila:
a. Produk
sampingan diproses lebih lanjut untuk dapat dijual.
b. Penjualan
produk sampingan memerlukan biaya penjualan dan atau biaya administrasi.
Cara
3 : taksiran nilai pasar atau nilai pembelian apabila perusahaan membeli produk
yang sejenis dengan produk yang dihasilkannya dari luar.
2. Produk
sampingan diberlakukan sebagai persediaan, sehingga akan dilaporkan dalam
laporan neraca. Perlakuan tsb diterapkan apabila:
a. Manajemen
menganggap produk sampingan mempunyai nilai ekonomis yang relative besar.
b. Perusahaan
akan memproses produk sampingan lebih lanjut.
Contoh :
Diproduksi
44.000 kg produk utama dengan biaya produksi Rp 7.50/unit
Persediaan
produk jadi awal sebanyak 4.000 unit dengan harga pokok Rp 7.50/unit
Dijual
produk utama 42.000 unit @ Rp 12/unit
Produk
sampingan laku dijual Rp 52.000, termasuk untuk produk sampingan Rp 5.000
Beban
administrasi umum Rp 45.000 termasuk untuk produk sampingan Rp 1.500
Diminta :
Buatlah Laporan Laba rugi.
CV NUGRAHA
LAPORAN LABA RUGI
Periode 31 Desember 2004
Penjualan (produk utama) : 42.000 x Rp 12 Rp
504.000,-
Harga Pokok
Penjualan:
Persediaan awal : 4.000 x Rp 7.50 Rp 30.000,-
Biaya Produksi : 44.000
x Rp 7.50 Rp 330.000,-
48.000
x Rp 7.50 Rp 360.000,-
Persediaan akhir : 6.000 x Rp 7.50 Rp 45.000,-
Harga
Pokok Penjualan Rp
315.000,-
Laba
Bruto Rp 189.000,-
Beban Operasi
:
Beban Penjualan Rp 52.000,-
Beban administrasi umum Rp 45.000,-
Total Beban Operasi Rp 97.000,-
Pendapatan
lain-lain :
Hasil penjualan produk sampingan Rp 5.000.-
Laba
Sebelum Pajak Rp
97.000,-
|
Biaya
Bersama
Biaya
bersama (joint cost) atau dikenal juga biaya produksi bersama (joint production
cost) adalah biaya produksi yang terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung
dan biaya overhead pabrik yang sama dalam satu kali proses produksi
menghasilkan berbagai produk utama. Jenis-jenis produk yang dihasilkan tersebut
dapat dibedakan berdasarkan kualitas, bentuk fisik, sifat, dll. Perusahaan
penggilingan padi merupakan salah satu contoh proses produksi yang menghasilkan
berbagai jenis produk ( beras kepala, beras pecah, menir, dedak halus, dan
dedak kasar ) dalam satu kali proses dengan bahan baku, tenaga kerja dan
overhead pabrik yang sama industry gula putih, dengan kualitas I, kualitas II
dan kualitas III.
Alokasi Biaya Bersama
Permasalahan
yang timbul dalam akuntansi biaya untuk biaya bersama adalah menentukan harga
pokok produksi untuk masing-masing jenis produk yang telah teridentifikasi pada
saat titik pisah dalam satu proses produksi.
Penentuan
Harga pokok produksi untuk masing-masing jenis produk yang dihasilkan dalam
satu kali proses produksi dapat dilakukan dengan cara alokasi, dengan
menggunakan salah satu dari metode-metode berikut :
1.
Metode nilai jual masing-masing jenis produk
2.
Metode rata-rata biaya persatuan
3.
Metode rata-rata tertimbang
4.
Metode satuan fisik
Metode Nilai Jual/Harga Pasar
Dalam
metode ini biaya bersama dialokasikan ke masing-masing jenis produk atas dasar
total nilai jual masing-masing produk. Oleh karena itu metode ini hanya dapat
digunakan apabila harga jual masing-masing jeis produk dapat ditentukan /
diketahui sebelum produk tsb dijual.
Contoh
: PT. Anggaraksa Jaya menghasilkan produk bersama jenis A, B dan C.
masing-masing 50.000 kg, dengan taksiran harga jual per Kg masing-masing Rp
150. Rp 125, dan Rp 50. Biaya produksi sebesar Rp 7.500.000 maka alokasi biaya
bersama adalah sbb:
Produk
|
Kuantitas
(Kg)
|
Harga
(Rp)
|
Total
Harga (Rp)
|
Nilai
Jual (Rp)
|
Harga
Pokok (Rp)
|
A
B
C
|
50.000
40.000
50.000
|
150
125
50
|
7.500.000
5.000.000
2.500.000
|
50,00
33,00
16,67
|
3.750.000
2.500.000
1.250.000
|
Metode Rata-rata Biaya Satuan
Alokasi
biaya bersama dengan metode rata-rata biaya satuan dapat digunakan apabila
berbagai jenis produk dapat dihasilkan dalam satu proses produksi yang sama dan
mempunyai ukuran yg sama atau dapat dipersamakan.
Contoh:
Dalam
satu kali proses produksi telah dihasilkan produk jenis A sebanyak 6000 kg,
produk B sebanyak 7000 kg dan produk C sebanyak 5000 kg. dengan total biaya
produksi sebesar Rp 9.000.000, maka rata-rata biaya per Kg adalah:
Total
kuantitas 18.000
Metode Rata-rata Tertimbang
Metode
rata-rata biaya persatuan sering tidak dapat memecahkan masalah kesesuaian
pembebanan biaya persatuan, karena semua jenis produk dengan kualitas yang
berbeda akan dibebani dengan biaya per satuan yang sama,padahal perbedaan jenis
produk secara individual sangat mencolok
Metode Satuan Fisik
Metode
satuan fisik hanya dapat dipergunakan sebagai dasar alokasi biaya bersama jika
produk yang dihasil kan mempunyai ukuran yang sama misalnya pon,galon,dan ton.
Analisis Biaya dan Keputusan Manajemen
Pada
dasarnya metode-metode alokasi biaya bersama tidak dapat membagikan biaya
secara adil untuk berbagai jenis produk bersama, dan juga tidak dapat
memberikan solusi atas masalah-masalah untuk berbagai tujuan manajerial.
Alokasi biaya ini hanya dapat memberikan informasi tentang kontribusi marjin
suatu jenis produk bersama secara individual, namun tidak dapat dijadikan dasar
utama kebijaksanaan manajemen.
BAB. XIX
KALKULASI BIAYA LANGSUNG DAN MARJIN
KONTRIBUSI
Pengertian Kalkulasi Biaya Langsung
Kalkulasi
biaya langsung (direct costing) atau dikenal pula sebagai kalkulasi biaya
variable atau kalkulasi biaya marjinal hanya membebani produk dengan biaya
pabrikasi yang bervariasi langsung dengan volume. Biaya utama (biaya bahan baku
dan upah pekerja langsung) ditambah overhead variable dibebankan ke persediaan,
yakni barang dalam proses dan barang jadi, dan keharga pokok penjualan.
Sasaran Kalkulasi Biaya Langsung
1. Kegunaan
internal yang dapat diperoleh dari hubungan biaya tetap variable dan konsep
marjin kontribusi
2. Kegunaan
eksternal yang berkaitan dengan penetapan biaya persediaan, penentuan besarnya
laba, dan penyususnan laporan keuangan.
Perencanaan Laba Kalkulasi
Biaya Persediaan
Penetapan Harga Pokok
Penentuan Jumlah Laba
Pengambilan Keputusan Kegunaan Internal Kegunaan Eksternal
Pengendalian Biaya
Pelaporan Keuangan
|
Produk dan Biaya
|
Definisi Marjin Kontribusi
Marjin
kontribusi (Laba marjinal), adalah selisih diantara hasil penjualan dan biaya
variable. Hal itu dihitung dengan mengurangkan semua biaya variable, baik biaya
pabrikasi maupun non pabrikasi, dari hasil penjualan.
Kegunaan Internal dari Kalkulasi Biaya
Langsung
Manajer
eksekutif yang meliputi eksekutif pemasaran, manajer produksi, dan analisis
biaya sering kali membanggakan potensi kalkulasi biaya langsung dalam hal
perencanaan, pengendalian dan analisis. Biaya tetap yang dihitung atas dasar
per unit menurut kalkulasi biaya absorpsi cenderung berubah mengikuti perubahan
volume produksi dan penjualan.
Kalkulasi
biaya langsung sebagai alat perencanaan laba, yang sering kali disebut juga
sebagai anggaran atau rencana operasi, meliputi semua tahapan dari operasi
dimasa mendatang guna mencapai sasaran laba yang telah ditetapkan.
Biaya
variable dan marjin kontribusi memungkinkan kita untuk memperkirakan laba
secara cepat dan tepat guna mengambil keputusan dalam jangka pendek. Dalam
penetapan harga berbagai jenis produk, manajemen perlu mengetahui apakah setiap
produk dapat ditetapkan harganya agar mampu bersaing dan masih menghasilkan
marjin kontribusi yang memadai bagi perusahaan sehingga dapat menutup biaya
tetap dan menghasilkan laba.
Kegunaan Eksternal dari Kalkulasi Biaya
Langsung
Bahwa
pemisahan biaya tetap dan variable, serta akuntansi untuk masing-masing dengan
metode yang menyerupai metode kalkulasi biaya langsung akan menyederhanakan
baik pemahaman atas perhitungan rugi-laba maupun pembebanan biaya pada
persediaan. Untuk menjaga agar overhead pabrik
tetap tidak dilaporkan dalam biaya produk, maka biaya variable dan tetap
harus dicatat pada perkiraan terpisah.
Laba
Operasi, diperhitungkan tidaknya beban tetap dalam menilai persediaan dan harga
pokok penjualan akan menyebabkan perbedaan besar antara laba kotor dengan
marjin kontributor kotor.
Marjin
kontribusi sama dengan penjualan dikurangi biaya variabel
CM
= S – VC
Marjin
kontribusi per unit sama dengan harga jual unit dikurangi biaya variabel per
unit
CMu = SP – VCu
Marjin
kontribusi juga sama dengan marjin kontribusi per unit dikalikan jumlah units
terjual
CM
= CMu x Q
Rasio
marjin kontribusi (persentase) sama dengan marjin kontribusi per unit dibagi
harga jual
CMR
= CMu ÷ SP
margin Kontribusi adalah konsep akuntansi
biaya yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan profitabilitas produk
individu. Menghitung untuk margin kontribusi membantu dalam mengukur kegagalan
atau keberhasilan lini produk perusahaan dengan mencocokkan Facebook
profitabilitas satu baris dengan yang lain. Dengan sistem ini, Anda akan dapat
menentukan produk apa yang anda perlu menambahkan atau menghapus dari lini
produk untuk meningkatkan pendapatan. Pilihan mengurangi biaya variabel dan
meningkatkan harga jual juga tersedia bagi para manajer dalam meningkatkan
margin kontribusi.
Industri ritel bergantung pada perhitungan
margin kontribusi produk mereka menangani dalam menentukan jika produk-produk
ini menguntungkan atau tidak. Dari berbagai pilihan produk merek campuran atau
yang biasa dikenal di bisnis ritel sebagai campuran produk, memilih dua produk
merek yang berbeda. Mari kita katakan dua merek yang berbeda dari serealia yang
memiliki harga yang sama. Meskipun kedua sereal adalah dihargai sama, margin
kontribusi kedua produk bervariasi dari satu sama lain. Umumnya, dengan
menghitung untuk margin kontribusi produk individu, Anda akan dapat untuk
menentukan produk yang lebih menguntungkan untuk bisnis Anda. Berikut ini
adalah melihat lebih dalam tentang cara menghitung untuk margin kontribusi.
Produk pendapatan. Hal
pertama yang harus dilakukan adalah dengan menghitung total penjualan produk
Anda. total penjualan Anda adalah total kotor semua item yang dijual. Anda bisa
mendapatkan angka ini oleh laporan penjualan baik dari penjualan mendaftar atau
mengakses program penjualan komputer Anda. Ingat bahwa total tidak termasuk
biaya tetap. Tetap terkunci-biaya yang tidak langsung berhubungan dengan
penjualan dan tidak dalam bidang margin kontribusi.
Dikurangi biaya variabel. Dengan angka total penjualan, Anda sekarang perlu untuk mengurangi biaya variabel. Variabel mencerminkan pengeluaran untuk memproduksi dan menjual produk seperti produksi, pengemasan, biaya tenaga kerja, komisi penjualan, pengiriman, pemasaran langsung dan sejenisnya. Apa pun yang terlibat dalam produksi dan penjualan produk berada di bawah lingkup biaya variabel.
Dikurangi biaya variabel. Dengan angka total penjualan, Anda sekarang perlu untuk mengurangi biaya variabel. Variabel mencerminkan pengeluaran untuk memproduksi dan menjual produk seperti produksi, pengemasan, biaya tenaga kerja, komisi penjualan, pengiriman, pemasaran langsung dan sejenisnya. Apa pun yang terlibat dalam produksi dan penjualan produk berada di bawah lingkup biaya variabel.
Kontribusi perbandingan margin. ” Setelah Anda memiliki margin kontribusi total produk individual pada baris produk Anda, Anda akan perlu untuk membandingkan antara semua produk Anda. Setelah mengumpulkan data, sekarang Anda akan dapat membuat keputusan pemasaran yang tepat untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan Anda. Anda dapat mengubah harga produk tertentu atau bahkan menghapus produk tertentu dari lini produk Anda.
Dijadwalkan analisis. Untuk bisnis ritel, praktek komputasi untuk margin kontribusi harus merupakan proses yang berkelanjutan dan harus dilakukan secara teratur. Tergantung pada ukuran staf Anda, Anda dapat melakukan prosedur ini bulanan, kuartalan, atau semi-tahunan. Kebanyakan bisnis melakukan perhitungan dan perbandingan margin kontribusi secara bulanan untuk membantu mereka melacak kinerja produk mereka lebih akurat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar